Puskesmas Winong II Kembali Membuka Layanan Kesehatan untuk Warga

0
82
Lingkungan dalam Puskesmas Winong II setelah dilakukan sterilisasi dan dibuka kembali.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Setelah menutup sementara layanan kepada warga untuk dilakukan sterilisasi, mulai Selasa (8 Juni) 2021 hari ini, Puskesmas Winong II kembali membuka layanan tersebut. Harapannya, agar semua jajaran tenaga kesehetan (nakes) di puskesmas itu berikutnya jangan sampai ada lagi yang terpapar Covid-19.

Degan demikian, satu antara yang lain harus saling mengingatkan dan menjaga diri dalam memberikan layan kepada masyarakat. Sebab, kondisi yang paling sulit untuk diprediksi adalah dalam memberikan layanan kepada warga/orang tanpa gejala (OTG), sehingga yang mudah dan rentan terpapar dalam hal ini adalah bidan desa.

Hal tersebut dibenarkan kepala Puskesmas Winong II, Agus Sugiri SKep NS, karena dari 9 orang nakes di jajarannya yang positif terpapar setelah dilakukan swab PCR tiga di antaranya adalah bidan desa. ”Sebab, mereka memang harus berada di ujung depan dalam memberikan layanan kepada warga di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Bagian lingkungtan dalam Puskesmas Winong II yang cukup bersih ini masih juga memunculkan terpaparnya nakes oleh Covid-19, sehingga penerapan prokes kepada siapa saja yang berkunjung harus benar-benar maksimal.

Adapun tiga nakes lainnya yang mengalami hal sama, lanjut dia, adalah perawat, serta tiga orang lagi masing-masing dari bagian tata usaha, promotor dan promkes. ”Mengingat penglaman ini, maka bidan yang bertugas di desa hendaknya juga meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

Terpisah Camat Winong, Sunaryo, membenarkan hal tersebut, dan di sisi lain pihaknya juga masih menunggu penutupan resmi sementara, untuk layanan Puskesmas Winong I kepada masyarakat. Penutupan layanan sementara itu, bukan bermaksud mempersulit warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, melainkan dei kepentingan yang bersangkutan juga para personel di jajaran nakes.

Masalahnya, banyaknya warga maupun nakes yang positif terpapar maka langkah-langkah yang mendesak untuk dilakukan adalah sterilisasi lingkungan puskesmas dengan menyemprotkan disinfektan. ”Karena kami masih menunggu surat resmi berkait hal tersebut sebagai dasar menutup sementara layanan puskesmas kepada masyarakat,” paparnya.