Tiap Tahun Penduduk Kabupaten Pati Rata-rata Bertambah 1,09 Persen

0
70
Kepala BPS Pati, Anang Sarwoto.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati mencatat penduduk penduduk di Bumi Mina Tani sebanyak 1,34 juta jiwa. Data tersebut diperoleh dari survei penduduk (SP) tahun 2020 secara online. BPS melakukan survey tersebut di awal tahun, lantas hingga bulan September ditemukan data demikian.

“Dibandingkan hasil survei sebelumnya, jumlah penduduk Kabupaten Pati terus mengalami peningkatan. SP2020 mencatat penduduk kabupaten Pati sebesar 1,34 juta jiwa,” kata Kepala BPS Pati, Anang Sarwoto.

Dalam selang waktu 10 tahun terakhir atau hasil survei penduduk tahun 2010 sampai dengan tahun 2020 penduduk di Pati mengalami penambahan sekitar 133,20 ribu jiwa. Artinya nilai ini sama dengan rata-rata sekitar 13,32 ribu setiap tahunnya mengalami penambahan.

Dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir ini, Anang mengatakan laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Pati sebesar 1,09 persen per tahun. Dimana pada tiap tahunnya dinamis bergerak ke arah semakin penambahan penduduk.

Sementara itu melalui SP2020 itu, dari 1,32 juta penduduk Kabupaten Pati BPS Pati juga mencatat sekitar 580,18 ribu penduduk berdomisili sesuai dengan data kartu keluarga (KK)/kartu tanda penduduk (KTP). Penduduk dengan sejumlah itu ia mengkalkulasi sama besarnya dengan 96,14 persen.

“(sementara) selebihnya 3,86 persen atau sekitar 23,32 ribu penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai dengan KK/KTP. Jumlah ini mengindikasikan besaran penduduk yang melakukan migrasi,” tambahnya.

Akan tetapi, Pati yang notabenenya sebagai kabupaten yang cukup kecil adalah suatu hal yang wajar jika penduduknya melakukan migrasi ke luar kota. Misalnya dengan latar belakang pekerjaan, ekonomi, keluarga.

Di sisi lain, Kabupaten Pati cukup diuntungkan dengan penduduk pada usia produktif. Adapun persentase penduduk usia produktif yaitu mulai usia 15 s/d 64 tahun Kabupaten Pati sebesar 71,51 persen. Persentase ini meningkat dibanding dengan periode 1990 hanya mencapai 62,69 persen.

Dengan penduduk usia produktif 71,51 persen pada tahun 2020 itu, maka setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung sekitar 40 penduduk usia tidak produktif atau di luar usia produktif.