Satu Dari Puluhan Klaster RSS Sidokerto Meninggal

0
679
Penulisan nama almarhum pada nisan dan penggalian lubang makam di Tempart Pemakaman Umum (TPU) Ki Ageng Blotho Desa Sidokerto, Kecamatan Pati.
SAMIN-NEWS.com, PATI – Satu di antara puluhan klaster warga RT 12 dan RT 10 RW 1 Komplek RSS Sidokerti, Kecamatan Pati, Kamis (20/Mei) tadi malam sekitar pukul 19.50 meninggal di RSUP Dokter Kariadi Semarang. Akan tetapi meniggalnya almarhum bukan karena positif terpapar Covid-19.
Sebab, papar Ketua RT 12 RSS setempat, Dodik, hasil swab terakhir Senin (17/Mei) 2021, ternyata negatif. Hal itu diperkuat keterangan salah seorang dokter RSUP, bahwa meninggalnya almarhum bukan karena penyakit menular.
Karena itu, untuk pemakamannya  tidak dilaksanakan oleh Tim Pemakaman Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, melainkan oleh tim ”jaga tetangga.” ”Kendati demikian, kami tetap harus menyiapkan alat pelindung diri (APD) untuk mereka,” ujarnya.
Penggalian lubang makam pada pukul 23.30 belum selesai sehingga terus berlanjut.

Akan tetapi, lanjutnya, diperkirakan jenazah sampai di Pati sekitar pukul 02.00 dinihari, karena baru pada pukul 24.00 mobil jenazah meninggalkan RSUP Dokter Kariadi. Sesuai rencana, dari Semarang jenazah menuju ke rumah duka untuk dishalati, beru kemudian diberangkatkan ke TPU setempat.

Bersamaan dengan meninggalnya almarhum yang sudah selama 14 hari menjalani perawatan, tadi malam sekitar pukul 21.00, sebanyak 18 orang dari klaster yang sama meninggalkan ruang isolasi di Ruang Wijayakusuma  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati, umtuk kembali ke rumah masing-masing.

Pembuatan lubang makam yang siap untuk dipergunakan dan juga APD untuk tim pemakaman ”jaga tetangga.”
Beberapa hari sebelummya, hasil swab terakhir klaster tersebut sedikitnya 30 orang juga dengan hasil negatif. ”Karena itu, sedianya gerbang masuk ke kompleks RSS Sidokerto yang selama dua pekan ditutup, Jumat (21/Mei) 2021  akan  dibuka.
Dengan kondisi sekarang ini, pihaknya tetap menunggu petunjuk dari jajaran pihak yang berkompeten. ”Kalau memang sudah diizinkan untuk dibuka akan kami buka, dan jika harus ditutup lagi kami pun akan menutupnya,” imbuh Dodik.