Pemancing Tewas Tenggelam Saat Menyeberang Alur Kali di Desa Talun

0
155
saat tim SAR diapelkan di Desa Koseken, Kecamatan Gabus, sebelum melakukan pencarian jenazah korban tenggelam di alur Kali Juwana (JU) I.(Foto:SN/dok-nar)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pemancing memang punya kecenderungan memilih lokasi yang dianggap menjadi tempat berkumpulnya ikan, baik di perairan maupun alur kali. Demikian pula yang dilakukan salah seorang pemancing warga Desa/Kecamatan Kayen, saat memancing di Desa Talun, kecamatan setempat, Minggu (23/Mei) kemarin siang.

Untuk memenuhi apa yang menjadi perkiraaannya itu, pemancing Dwi Saputra bin Sapuan (35) dengan menggunakan sebuah ember cat isi 25 kilogram dijadikannya sebuah pelampung. Kemudian yang bersangkutan pun menyeberang alur kali di desa itu yang juga dikenal sebagai alur Kali Juwana (JU) II.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” menyebutkan, bahwa saat menyeberang alur kali itulah korban terseret arus kuat, dan akhir tenggelam. Kabar tenggelamnya pemancing di siang itu segera menyebar, dan sampai di jajaran Polsek Kayen.

Siang itu juga, jajaran Samapta Polres Pati dipimpin langsung Kasat yang bersangkutan AKP Daffid Paradi SH bersama personel piket Polsek Kayen terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Bersamaan itu pula, tim relawan, BPBD Pati, Tagana, dan juga warga beramai-ramai melakukan pencarian tenggelamnya korban.

Tim SAR saat menurunkan kelengkapan perahu mesin dari kendaraan pengangkut (Foto:SN/dok-nar)

Akan tetapi, papar Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Budi Mulyawan, karena waktunya sudah malam sekitar pukul 20.30, maka pencarian pun dihentikan. Hal itu dilanjutkan lagi, Senin (24/Mei) hari ini, mulai pukul 07.00.

Berkait upaya itu, seluruh kekuatan personel SAR diapelkan di kawasan hilir alur Kali JU II yang bermuara di JU I. Tepatnya, di Desa Koseken, Kecamatan Gabus, tapi sebagian personel dari jajaran BPBD tetap bergerak kembali ke Desa Talun.

Tim SAR yang juga Tim Burial BPBD Pati yang melakukan persiapan untuk melakukan pencarian dengan perahu mesin siap menyusur alur Kali Juwana (JU) I, tapi jenazah ditemukan di alur Kali JU II, di Desa Talun, Kecamatan Kayen.(Foto:SN/dok-nar)

Sebab, perahu mesin milik BPBD ada yang dimanfaatkan keluarga untuk melakukan pencarian, sehingga pihaknya pun kembali melakukan pencarian dari lokasi yang diperkirakan tempat tenggelamnya korban. Kemudian bergerak menuju ke hilir, dan akan sampai ke muara atau tempat bertemunya alur Kali JU II dengan JU I.

Ternyata para pencari belum jauh bergerak, atau baru sekitar 50 meter ke arah hilir jenazah korban pun ditemukan. ”Saat ditemukan, korban masih memakai kaos lengan panjang warna biru yang pada bagian bahu terdapat list hitam dan  memakai celana training warna hitam,” ujarnya.