Menyikapi Kedatangan Pemudik Semua Kecamatan Bergerak Bersama Lintas Sektoral

0
84
Camat Jaken, H Supat.
Salah satu ujung jalan masuk ke Desa Tamansari, Kecamatan Jaken, Oatiu yang dipasang papan peringatan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Masing-masing wilayah kecamatan di Kabupaten Pati, kini terus bahu membahu bersama jajaran lintas sektoral lainnya dalam upaya menyikapi kedatangan para pemudik di wilayahnya. Hal tersebut mengingat mereka adalah warga setempat yang pulang kampung, tentu agar bisa ber-Lebaran bersama keluarga.

Akan tetapi dalam kondis di masa pandemi Covid-19 ini, harapannya tak lain agar mereka menahan diri agar tidak memaksakan untuk mudik. Sebab, apa pun alasannya hal itu tetap mengandung risiko, dan jika risiko itu lebih buruk lagi, adalah menyebabkan munculnya klaster baru.

Dengan demikian, papar Camat Jaken, H Supat, pihaknya saat sudah selesai menggelar rapat dengan lintas sektiral sebagai upaya menyikapi kondisi menghadapi para pemudik Lebaran. ”Akan tetapi, hal itu berlangsung di tengah-tengah masa pandemi Covid-19, sehingga hal itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dengan cermat dan maksimal,” ujarnya.

Karena itu, menindaklanjuti hasil rapat lintas sektoral, Selasa (27 April) tadi pagi, pihaknya juga melakukan simulasi berkait penanganan para pemudik, di Desa Sumberarum. Dalam kesempatan terebut yang perlu ditekankan adalah hal koordinasi dalam menyampaikan laporan maupun informasi, untuk kali pertama harus datang dari pihak pemerintahan desa.

Hal itu untuk menghindarkan kesimpangsiuran data/laporan tingkat di atasnya yang sudah pasti pihaknya tidak berjalan sendiri, akan tetapi ada Polsek, Koramil dan juga Puskesmas. ”Dengan demikian hal itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menangani dan megantasipasi para pemudik, agar benar-benar tidak terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu dalam pantauan Samin News, salah satu desa di Kecamatan Jaken yang dengan tegas memberi peringatan secara terbuka melalui papan pemberitahuan, adalah Desa Tamansari. Di setiap ujung jalan masuk di desa itu diingatkan, bagi yang  tidak berkepentingan dilarang masuk.