41 Undangan Bansos BST Ditahan di Kayen

0
17
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Pati, Tri Haryumi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Beredar informasi terkait penahanan kartu undangan bantuan sosial tunai (BST) di Desa Srikaton, Kecamatan Kayen membuat pihak pemerintah  setempat intervensi di dalamnya. Penahanan undangan bansos itu disebabkan ada kaitannya dengan efek pemilihan kepala desa (Pilkades) pada tanggal 10 April lalu.

Penahanan undangan BST dilakukan oleh calon kades yang tidak terpilih. Namun sebelumnya, dia merupakan incumben yang memutuskan maju mengikuti Pilkades.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak dan Keluarga Berancana (Dinsosp3akb) Kabupaten Pati mengaku mengetahui informasi tersebut ada pengaduan dari masyarakat.

“Sebelumnya ada pengaduan dari masyarakat dua orang melaporkan kepada kami bahwa undangan bansos BST ditahan oleh incumben yang tidak jadi, sebanyak 41 undangan,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Tri Haryumi, Rabu (28/4/2021).

Pihaknya menduga penahanan undangan ini berkait dengan dukungan penerima bansos terhadap suara pada saat pemungutan Pilkades. Tetapi, fakta menunjukkan incumben tidak jadi.

Lebih lanjut Ia mengatakan, undangan tersebut bakal diberikan oleh incumben jika penerima bansos mau mengambil sendiri di rumahnya. Di sisi lain, pihaknya mengaku telah mengkonfirmasi kantor pos Pati selaku pihak penyalur.

“Dan kami sudah berkoordinasi dengan penyalur bansos BST yakni PT POS, untuk membahas bagaimana menyikapi kejadian tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Camat Kayen, Sudarto mengungkapkan bahwa sebanyak 41 undangan bansos BST yang ditahan oleh Cakades yang tak terpilih. Akan tetapi, pada hari ini ada beberapa undangan yang telah diterima oleh yang bersangkutan.

“Sudah ada 3 undangan yang diserahkan kepada penerima kemarin. Keterangannya undangan ini diminta untuk diambil sendiri di rumah cakades. Tapi ini kan gagal, jadi ya gimana pasti masyarakat juga riskan,” ujar Sudarto.

Pihaknya menyebut pemerintah Kecamatan Kayen telah intervensi dengan maksud mencari solusi dengan menerjunkan tim ke lapangan. Segera untuk dikoordinasikan bagaimana baiknya, tapi harapnya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

“Pelan-pelan kita akan selesaikan masalah ini, butuh cukup waktu tidak bisa cepat, biar semuanya kondusif,” tutupnya.