Vaksinasi Tahap II untuk Para Pengelola Pasar

0
29
Pelaksanaan vaksinasi untuk para pengelola pasar daerah, di BP4 Jl Panglima Sudirman Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung selama lebih dari satu tahun, adalah rentang waktu panjang masyarakat dalam menunggu kapan berakhirnya hal tersebut. Bahkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), utuk menangkal dan memutus penyebaran virus itu juga sudah dilaksanakan secara bertahap.

Sedangkan satu hal lainnya yang tengah gencar dilakukan adalah pelaksanaan vaksinasi yang mulai berlaku di semua kalangan, di antaranya adalah para pengelola pasar daerah. Untuk kalangan ini jumlahnya adalah 30 orang dengan menjalani vaksinasi untuk tahap kali yang kedua atau terakhir, sehingga diharapkan nantinya mereka benar-benar mempunyai daya tahan lebih dalam menghadapi penyebatan virus tersebut.

Sebab, papar penanggung jawab dan pengelola pasar Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Widyo, bagaimana pun juga kondisi para pengelola pasar ini tiap hari tetap harus melakukan kontak langsung dengan para pedagang. ”Misalnya menemui mereka untuk memberikan arahan, maka hal yang bisa dilakukan hanyalah dengan menjaga jarak dan memakai masker,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi untuk para pengelola pasar daerah, di BP4 Jl Panglima Sudirman Pati.

Dengan demikian, lanjutnya, sudah tepat jika para pengelola pasar ini mendapat kesempatan awal dalam pemberian vaksin. Sedangkan yang lainnya dan juga sudah diberikan vaksin, adalah para pedagang pasar dengan jumlahnya sebanyak 500 orang, tapi baru diberikan pada tahap pertama beberapa waktu lalu.

Selain pedagang Pasar Puri juga Pasar Rogowangsan, Pasar Sleko 1 dan 2 serta Pasar Dosoman, dan Pasar Soponyono. Selesai itu menyusul pedagang di Pasar Juwana, Pasar Kayen, Pasar Wedarijaksa dan Pasar Tayu, di mana vaksinasi kedua juga akan segera berlangsung, tapi pedagang lain yang merasa belum juga menginginkan agar bisa segera mendapat layanan tersebut.

Jika yang mendapat vasin baru 500 orang pedagang, maka yang masih belum mendapat layanan itu juga kira-kira masih sebanyak itu. ”Dari jumlah yang belum mendapatkan pelayanan vaksinasi sebanyak itu, rata-rata mereka adalah pedagang yang umurnya sudah lebih dari 50 tahun,” imbuh Widyo.