Tiang Pemantul Cahaya di Pinggir Ruas Jalan Sampang-Jakenan

0
188
Tiang pemantul cahaya (reflektor) yang sekaligus juga sebagai pembatas jalan dipasang di pinggir ruas jalan Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati kini selesai memasang tiang pemantul cahaya (reflektor) di pinggir ruas jalan Sampang, Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan. Jumlahnya mencapai puluhan, karena meterial yang sama juga dipasang di pinggir jalan menuju objek wisata Jolong.

Tepatnya, papar Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Joko Susanto, di antara Klakahkasiyan-Gembong. Pemasangan bagian dari rambu-rambu petunjuk tersebut juga tak beda jauh dengan yang disebut  ”tholo” terbuat dari bahan cor semen, dan berfungsi sebagai pembatas jalan.

Dengan demikian, hal itu sebagai petunjuk yang sangat bermanfaat bagi para pengguna jalan, khususnya yang berkendara mobil pada malam hari, baik di ruas jalan lurus maupun yang menikung, serta banyak turunan curam. ”Apalagi jika di pinggir ruas jalan tersebut juga terdapat lokasi yang berbahaya, seperti yang menuju ke objek wisata Jolong,” ujarnya.

Tiang pemantul cahaya yang dipasang di sisi kiri dan kanan tepi ruas jalan selatan Jembatan Sampang, di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya sangat mendukung jika Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati tahun ini memecah akses jalan masuk dan keluar ke objek wisata tersebut. Sedangkan yang menyusul dipersiapkan adalah peningkatan ruas jalan keluar dari objek wisata itu antara Pohgading-Gembong dengan alokasi anggaran dari bantuan keuangan pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sebab, ruas jalan ke objek wisata tersebut selain banyak tikungan juga sisi kiri dan kanannya jurang sehingga bila ada yang melintas pada malam hari, kondisi para pengguna jalan benar-benar rawan. Sedangkan untuk ruas jalan Sampang menuju Jakenan setelah turun dari jembatan tersebut ruas jalan yang masih mulus itu posisinya lurus.

Sementara itu, di sisi kiri dan kanannya adalah areal persawahan tapi  tepat di pinggir ruas jalan itu juga terdapat saluran air, sehingga jika sampai ada kendaraan yang terperosok sebelum masuk areal persawahan terlebih dahulu masuk ke saluran. ”Atas kondisi itu, maka kami pasang tiang pemantul cahaya tersebut mulai dari sisi selatan jembatan,” imbuh Joko Susanto.