Semalam Tambah Satu, Hari Ini Siap Dimakamkan Satu Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
65
Proses pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 di malam hari.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam kondisi pemakaman jenazah dengan standar protokol Covid-19 yang sudah berlangsung selama satu tahun, dan mulai jauh berkurang, ternyata Jumat (5/3) kemarin di Kecamatan Tlogowungu masih berlangsung dua kali pemakaman. Masing-masing,  pagi hari di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Tlogowungu, untuk jenazah seorang perempuan.

Sebelum meninggal, almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa Pati, dan selesai pemakaman tersebut oleh tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diperkirakan sudah tidak berlangsung pemakaman jenazah lainnya. Lagi-lagi perkiraan dan harapan tersebut meleset, karena pada malam harinya (semalam) masih ada tambahan satu pemakaman lagi, yaitu di Desa Regaloh, kecamatan yang sama.

Selain sama-sama jenazah seorang perempuan, papar salah seorang anggota tim BPBD, untuk Purnama sebagai sebutan namanya, juga sebelum meninggal sempat dirawat di RS Mitra Bangsa Pati. ”Sedangkan yang membedakan, bahwa jenazah perempuan ini masih berusia muda belia karena baru 19 tahun,” ujarnya.

Proses pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 di malam hari.

Hal tersebut membuktikan bahwa, lanjutnya, tidak hanya dari kalangan yang usianya terhitung tua saja yang terpapar virus corona. Akan tetapi yang masih berusia muda juga bisa terpapar, dan begitu dirawat di rumah sakit pun akhirnya meninggal, sehingga kematian almarhumah seharusnya menjadi peringatan juga bagi kalangan usia muda.

Apalagi, tandasnya, jika tidak berupaya semaksimal mungkin melindungi diri dengan mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya, menghindari kerumunan, sehingga jangan bergerombol di tempat-tempat mangkal baik kafe maupun angkringan, maka jika banyak waktu senggang lebih baik berdiam di rumah untuk menghindari dari ancaman terpapar Covid-19.

Terlepas dari hal itu, lebih baik kalangan muda yang daya tahan tubuhnya masih maksimal jangan sampai menjadi sasaran penularan virus tersebut, karena sama-sama tidak tahu siapa yang membawa. Akan tetapi, jika dia malah ikut-ikutan menjadi juru penerang, hal itu hanya karena agar warga Pati, baik dari kalangan tua maupun muda tetap mematuhi protokol kesehatan.

Lagi pula, sampai pagi ini belum ada perintah karena satu jenazah yang harus dimakamkan hari ini, Sabtu (6/3) adalah seorang laki-laki, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso yang sebelum meninggal sempat dirawat di RS Islam Margoyoso. ”Dengan demikian, untuk tugas pemakaman dilakukan tim relawan dari Pati utara, yaitu Relawan Tunggulwulung,” imbuhnya.