Petani di Kawasan Hilir Waduk Gembong Sudah Mulai Kekurangan Air untuk Bercocok Tanam

0
45
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno.
Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jika dalam sepekan ini hujan tidak lagi turun, maka besar kemungkinan para petani di kawasan hilir Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, mulai kekurangan air untuk keperluan bercocok tanam padi. Padahal beberapa waktu lalu, air sangat melimpah sehingga kawasan ini areal persawahan para petani pun tergenang banjir.

Akibatnya, banyak di antara mereka yang mengalami gagal panen, seperti di Desa Purworejo, Widorokandag, Sugiharjo dan beberapa desa lannya. Akan tetapi, ketika para petani harus melakukan tanam padi pada musim tanam (MT) II ini justru mulai kesulitan mendapat air, dan barangkali musim penghujan di tahun ini terlalu pendek.

Diminta tanggapan berkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, tidak mengelak karena untuk kondisi cuaca dan iklim saat ini memang sulit diprediksi. ”Biasanya tahun-tahun lalu, meskipun sudah Maret maupun April masih sering turun hujan,” ujarnya.

Akan tetapi sekarang, lanjutnya, saat ini sudah ada tanda-tanda jarang mulai turun hujan sehingga para petani yang sudah menanam padi MT II yang umurnya rata-rata sudah pekan mulai kesulitan mendapatkan air. Karena itu pihaknya juga sudah menerima keluhan tentang kondisi tersebut sehingga harus melakukan antisipasi.

Paling tidak jika pekan ini memang tidak turun hujan, maka Waduk Gembong harus menggelontorkan air ke kawasan hilir. Hal itu tentu menjadi tanggung jawab pihak P3A yang harus mengurusnya ke pihak pengelola waduk, sebagamana yang sudah berlangsung selama ini meskipun untuk saat ini penggelontran air harus dilakukan lebih awal, karena para petani memang membutuhkan.

Sebab, biasanya penggelontran air lebih banyak berdasarkan permintaan para petani pada musim tanam (MT) III atau saat musim kemarau yang seharusnya para  petani menanam palawija. ”Akan tetapi para petani di wilayah kecamatan Pati ini tidak peduli musim hujan maupun kemarau, selalu tak pernah berhenti menanam padi,” imbuhnya.