Penambalan Lubang di Ruas JLS Pati Sampai Saat Ini Masih Terus Berlanjut

0
80
Masih banyak kerusakan ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, utamanya mulai dari pertigaan ujung timur di Desa Widorokandang, Kecamatan Kota Pati, meskipun beberapa waktu lalu lubang-lubang yang ada di sisi timur ruas JLS itu sudah ditutup oleh pihak yang berkompeten.

 SAMIN-NEWS.com, PATI – Menguyurnya hujan seperti yang berlangsung sewaktu-waktu saat ini tentu membuat pusing para pihak pengelola jalan raya, karena setiap kerusakan atau lubang-lubang di ruas jalan tersebut ditambal, maka yang muncul adalah lubang dan kerusakan yang sama. Apalagi, jika ruas jalan tersebut tiap hari digunakan melintas kendaraan truk bermuatan berat, sehingga belum lama selesai ditambal adalah rusak lagi.

Hal tersebut bisa dilihat di ruas JLS sisi timur mulai dari Desa Widorokandang, Kecamatan Pati yang menuju ke selatan dan ke barat, setelah lepas dari perempatan Ngantru, di Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati. Hal tersebut bukan hanya terjadi pada jalur timur dan selatan, tapi juga barat dan utara ruas JLS tersebut.

Karena itu beberapa warga sekitar seperti di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, sangat mendukung upaya penambalan oleh pihak Pembuat Komitmen Jalan Nasional Trenguli (Demak) Kudus-Pati hingga Batas Kota Rembang. ”Jika pihak yang bersangkutan tidak melakukan penambalan, maka akan semakin bertambah banyak lubang di sepanjang ruas JLS kawasan timur ini,”ujar salah seorang di antara mereka, Joko Subagio, warga setempat.

Para pengawal rusaknya ruas JLS Pati yang menjadi bagian dari ruas jalan nasional tiap hari terus bergerak melakukan penambalan di ruas jalan tersebut, meskipun setelah ditambal kembali rusak lagi karena terkena guyuran air hujan dan lewatnya kendaraan bermuatan berat tanpa pembatasan tonase.

Berdasarkan kondisi tersebut, lanjut dia jika kerusakan di salah satu sisi mendesak untuk diperbaiki tentunya lebih banyak berspekulasi karena jika kerusakan ditambal berikutnya sudah kembali terjadi kerusakan lagi. Sehingga hal tersebut hanya membuang-buang material, tapi jika tidak ditambal justru menyebabkan terjadinya kerusakan yang akan terus berlanjut selama berlangsungnya musim penghujan.

Demikian pula, jika truk-truk bermuatan berat yang melintas selama ini, ternyata sama sekali tidak ada pembatasan tonase. Hal itu setiap harinya baik siang maupun malam bisa dengan jelas dilihat, karena tempat tinggalnya memang di pinggir ruas JLS Pati, dan yang banyak mengalami hal itu adalah lajur pada sisi timur dan selatan.

Sedangkan sisi utara kerusakan terjadi dimulai pada sisi timur lampu pengatur lalu lintas Ngantru hingga di ujung timur pertigaan JLS di Desa Widorokandang. ”Karena itu, apa pun yang dilakukan pihak PPK Jalan Nasional Trengguli (Demak)-Kudus-Pati hingga Batas Kota Rembang, paling baik memang melakukan penambalan agar lubang-lubangnya tidak mencelakakan para pengguna jalan yang berkendara motor,”ujarnya.