Hari Kedua : Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja Untuk Pati Ambyar

0
190
Warung tenda pedagang yang tiap pagi atau tiap minggi berada di dalam halaman Stadion Joyokusumo, Minggu (7/2) hari ini berderet di pinggir Jl Kolonel Sunandar, di depannya.(Foto:SMN/aed)
Warung tenda pedagang yang tiap pagi atau tiap minggi berada di dalam halaman Stadion Joyokusumo, Minggu (7/2) hari ini berderet di pinggir Jl Kolonel Sunandar, di depannya.(Foto:SMN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hari kedua Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja, Minggu (7/2) hari ini, untuk di Pati ambyar. Dengan kata lain, masyarakat banyak yang meninggalkan rumah untuk kepentingan apa saja, termasuk mendatangi tempat-tempat yang selama ini ramai menjadi pusat berkumpulnya banyak orang.

Dari pantauan ”Samin News”, salah satu contoh tempat yang tiap hari Minggu ramai di kunjungi adalah kawasan Stadion Joyokusumo. Jika mereka selama ini berkerumun dan bergerombol di dalam halaman stadion tersebut, sejak tadi pagi mereka banyak memanfaatkan lokasi pinggir jalan di depannya, atau Jl Kolonel Sunandar.

Mereka berada di tempat itu, rata-rata bersama para pedagang makanan kemudian membelinya, dan selesai itu meninggalkan tempat tersebut. Kemudian digantikan kedatangan yang lain, selesai terus bergerak pergi melintas di jalan-jalan sehingga gerakan tersebut pun buyar dengan banyaknya warga yang sudah banyak meninggalkan rumah.

Lokasi tempat berjualan para pedagang itu lebih banyak yang diserbu pengunjung, karena mereka pun merasa bahwa pedagang berjualan  tidak dilarang. ”Jika berjualan diperbolehkan tapi tidak ada pengunjung yang membeli, dagagangan makanannya mau diapakan,” seloroh salah seorang perempuan, ketika ditanya kok sudah keluar meninggalkan rumah, untuk membeli makanan.

Meski ketika ditanya siapa namanya belum menjawab, perempuan itu pun langsung ”selonong boy” alias menarik gas motornya sedikit lebih kencang. Terlepas dari itu, saat beralih memasuki lingkungan Pasar Puri, pengunjung juga tampak mulai ramai berdasarkan sepeda motor yang parkir, tapi belum sebanyak hari-hari biasa.

Di pasar tersebut, memang di tempatkan para petugas yang harus melaksanaan penjagaan. Jika belum banyak pengunjung yang berbelanja, karena dua hari sebelum itu banyak warga yang sudah berbelanja dalam jumlah banyak setelah mendapat informasi bahwa pasar akan ditutup selama dua hari, Sabtu dan Minggu.

Dengan demikian, mereka pun memilih belanja dalam jumlah banyak untuk menghindari keadaan jika semua  pasar benar-benar ditutup berkait dengan gerakan di rumah saja. ”Belakangan ternyata muncul keputusan ada ralat, bahwa pasar boleh buka, ya sekarang kepasar tentu tidak apa-apa karena sudah banyak warga yang ke mana-mana,” gurau salah seorang ibu, Eny Sulasih, warga salah sebuah perumahan di Muktiharjo, Kecamatan Margorejo.