Dinkes Pati Petakan Enam Desa Masuk Zona Tinggi Penyebaran Covid-19

0
41
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Hartotok.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati menjelaskan ada enam desa yang dikategorikan masuk zona merah dengan kasus Covid-19 tinggi. Enam desa ini menjadi perhatian serius pemerintah di tengah upaya menekan pandemi melalui ppkm skala mikro.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan, Hartotok menyebutkan keenam desa itu antara lain, Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso.

“(kemudian) Desa Kasiyan Kecamatan Sukolilo, Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil dan Desa Jontro Kecamatan Wedarijaksa,” ujar Hartotok saat dikonfirmasi Saminnews, Sabtu (13/2/2021).

Upaya ini untuk memudahkan pemerintah daerah maupun desa dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19. Sehingga, dari masing-masing pihak punya perhatian khusus dengan mengintensifkan posko ppkm mikro di desanya masing-masing.

Pihaknya bisa menegaskan Kabupaten Pati ada 6 (enam) desa dari sumber data Satgas Corona Jateng. Akan tetapi, data yang dimilikinya ini tidak statis, karena bisa saja berubah dikemudian hari. “Hari Senin kemungkinan (data) bisa berubah lagi,” terangnya.

Menurutnya, Desa yang dikategorikan resiko tinggi Covid-19 ini menyesuaikan dari arahan pemerintah. “Zona merah masing-masing desa tersebut pengendaliannya mengikuti surat edaran Mendagri,” Hartotok menjelaskan.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta untuk turut membantu dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan utamanya menanggulangi penyebaran Covid-19 pada ppkm mikro.

Lantas, pihaknya tidak bisa melakukan upaya lebih lantaran masih menunggu data oleh Dinas Kesehatan desa mana saja yang perlu ada perhatian lebih atau katakanlah kategori zona merah resiko tinggi penyebaran Covid-19.

“kita masih menunggu data dari Dinas Kesehatan juga Dispermades mana yang bisa dipetakan. Kan mikro itu skala kecil, jadi ada zona-zonanya, hijau, kuning, merah itu kita tunggu agar ada atensi desa mana saja untuk dijaga,” kata kepala Satpol PP Hadi Santosa.