Camat Cluwak: Hilangkan Money Politik Sulit

0
87
Camat Cluwak, Agus Purwanto.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sudah menjadi rahasia umum, ketika pelaksanaan pemilihan umum terjadi praktek money politik atau politik uang. Dalam agenda tersebut masih menjadi salah satu jalan dalam memenangkan kontestasi pemilihan. Baik tingkat daerah hingga tingkat desa.

Camat Cluwak, Agus Purwanto menilai budaya politik yang terjadi pada pemilihan umum kepala desa (Pilkades) sulit dihindari. Menurutnya, meski materi terkait konsep demokrasi yang bersih sudah diberikan, namun di lapangan sebaliknya.

“Kita, untuk menghilangkan money politik pada pemilihan kepala desa (Pilkades) sulit luar biasa. Walaupun kita memberi edukasi,” ujar Agus kepada Saminnews, Senin (1/2/2021).

Dalam proses edukasi, lanjutnya baik dilakukan secara formal maupun tidak (informal). Secara formal cenderung bisa disampaikan dengan disepakati antar kandidat, antar calon untuk memberikan edukasi.

Edukasi formal berbalik arah dengan metode informal. Pasalnya, di antara elemen masyarakat katakanlah tokoh masyarakat dan publik figur tidak ada kesepakatan di dalamnya, yakni mengupayakan praktek money politik.

“Kalau secara informal tidak ada kesepakatan antar kandidat calon itu, secara pasti regulasi tidak memperbolehkan. Tapi yang pasti praktek di lapangan yang ada itu sangu,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Agus layaknya istilah atau adagium orang Jawa itu “Kalau tidak ada duitnya, tidak nyoblos”. Mungkin tidak hanya di sini melainkan merata di Jawa.

Meski jika melihat hasil ouput belum maksimum, namun tidak ada salahnya memberi edukasi yang baik bagi masyarakat. Lambat waktu, akan ada pengetahuan terkait dengan praktek tersebut. Serta hal ini guna meminimalisasi konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Maka, untuk mengeliminir benturan konflik nanti disepakati antar calon, tidak bisa hilang, mungkin nanti sifatnya meminimalisir. Tetapi kalau dibiarkan malah tidak karuan,” tutupnya.