Banyaknya Lubang di JLS Pati Mulai Ditutup

0
33
Para personel dari Kantor Pembuat Komitmen Jalan Nasional Trenguli (Demak) -Kudus-Pati hingga Batas Kota Rembang tengah menutup banyaknya lubang di ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Munculnya kesempatan karena Kamis (11/2) tadi pagi hingga siang tidak diwarnai dengan turunnya hujan deras, maka pihak Kantor Pejabat Pembuat Komitmen Ruas Jalan Nasional Trenguli (Demak)-Kudus-Pati-Batas Kota Rembang, berupaya menutup banyaknya lubang jalan. Di antaranya, sepanjang ruas jalan nasional yang banyak terdapat banyak lubang adalah di ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati.

Penutupan banyak lubang dan mulai bodolnya aspal di ruas JLS tersebut, dimulai dari ujung ruas JLS bagian timur, yaitu mulai dari Desa Widorokandang ke ujung barat pertigaan JLS, di Desa  Sokokulon, Kecamatan Margorejo. Mengingat banyaknya lubang di ruas JLS tersebut, maka untuk menutupnya dengan lapisan aspal panas, tentu tidak akan bisa tuntas hari ini.

Karena itu, kata beberapa warga yang berdomisili di sekitar ruas JLS tersebut hendaknya pihak yang berkopeten dalam menutup lubang yang membahayakan bagi para pengguna jalan yang melintas di ruas JLS benar-benar maksimal. ”Dengan demikian, berapa banyak lubang di sepanjang sisi kiri dan kanan penutupannya harus tuntas,”papar salah seorang warga Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, M Gono.

Terus maksimal menutup lubang di ruas jalan lingkar selatan (JLS) Pati yang dikejar turunnya hujan.

Dengan ditutupnya banyak lubang itu, lanjut dia, paling tidak warga jika melintas di ruas JlS ini pada malam hari tidak perlu khawatir terperosok dalam lubang yang banyak jumlahnya, dan berbagai macam besarannya. Apalagi, di ruas JLS tersebut juga sudah mulai terjadi banyak konstruksi jalan yang lapisan aspalnya bodol.

Hal itulah yang menyebabkan, ruas jalan berubah menjadi kubangan air setiap hujan sehingga tidak ada upaya lain untuk penanganannya kecuali untuk sementara harus ditutup semua. ”Jika tidak hal itu akan membahayakan pengguna jalan, lebih-lebih bila pengendara motor malam hari melintas di ruas JLS tersebut tandasnya.

Kendaraan bermuatan berat model seperti dalam gambar yang menjadi bagian dari perusak jalan karena tonasenya tidak pernah dikontrol.

Salah seorang pengawas ruas Jalan Nasional dari Kantor Pembuat Komitmen Jalan Nasional Trenguli (Demak)-Kudus-Pati hingga Batas Kota Rembang, Eko yang beberapa waktu lalu pernah ditanya berkait hal tersebut mengatakan, bahwa material untuk perbaikan rusaknya ruas jalan masih dalam proses lelang. Dengan demikian, jika material tersebut sudah siap tentu perbaikan atau penutupan lubang diharapkan bisa ditutup semua.