Samakan Persepsi Pengukuran Bayi Guna Jaga Validasi Data

0
17
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hartotok.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam upaya menurunkan angka bayi stunting atau pertumbuhan yang tidak ideal dilakukan langkah memadai. Para kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) agar mampu bertindak selaras standat yang ditentukan.

Oleh sebab itu dalam rangka menurunkan stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati melakukan beberapa hal diantaranya dilakukan pengukuran maupun penimbangan secara serentak.

“Pengukuran dan penimbangan bayi biasanya itu dilakukan dua kali (setahun, red). Pada bulan Februari dan bulan Agustus,” kata Kepala Dinas melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hartotok di kantornya kepada Saminnews, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, penimbangan serta pengukuran itu agar data yang diambil menjadi valid. Pihaknya mengatakan tujuannya untuk menjaga dan menyamakan persepsi dengan kader Posyandu di seluruh desa maupun kelurahan. Yakni kader Posyandu dari 401 desa serta 5 kelurahan di Kabupaten Pati.

Sehingga, kata Hartotok ketika ada persamaan persepsi alih-alih juga persamaan data. Maka, ketika diukur atau diperiksa di tempat lain, pun hasilnya tetap sama ukuran yang sama. Dan persepsi ini menjadikan keseragaman persepsi terkait validitas data.

Hal tersebut diungkapkan pihaknya menanggapi kegiatan sosialisasi Orientasi Surveilans Gizi Bagi Kader Posyandu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Adapun tujuan kegiatan ini secara konseptual ditujukan untuk memberdayakan masyarakat melalui perbaikan gizi untuk mencegah dan menurunkan angka kasus stunting.

Akan tetapi, pihaknya menyebut kegiatan sosialisasi ini tidak bisa menghadirkan seluruh kader Posyandu. Namun, Ketua Posyandu dari masing-masing desa diundang ke DKK mengikuti sosialisasi. “Ketuanya kita undang, kita briefing kita samakan persepsinya untuk dilatih dan praktek. Biar nanti ketika ngukur itu sama,” ujarnya.

Adapun selanjutnya adalah tugas ketua Posyandu yang diundang oleh DKK yakni mentransfer ilmunya dari program briefing untuk ditularkan kepada anggota kader Posyandu lainnya di desa dan kelurahan masing-masing.

Sementara kegiatan ini sesuai penegakan PPKM, maksimal peserta hanya 30 orang. Dan direncanakan secara bertahap. Diketahui untuk saat ini sosialisasi ini menghadirkan kader Posyandu khusus dari Kecamatan Jaken dan Juwana.