Penataan Lokasi Pembuangan Sampah Blaru Segera Dilaksanakan; Lebih Baik Ditambah Fasilitas Sumur

0
62
Inilah kontainer yang seharusnya kalau membuang sampah, mendekat dan memasukkannya ke dalam bukan asal lepar atau asal buang di sekitarnya.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Upaya dan rencana Penjabat (Pj) Kepala Desa Blaru, Kecamatan Pati, Karyanto SH MH, untuk menata tempat pembuangan sampah warganya, di lokasi pinggir Jl Ki Ageng Selo, lebih dilaksanakan secepatnya. Dengan demikian, warga yang nanti merasa lebih mudah kalau membuang sampah di tempat itu tentu akan berupaya untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut sebaik-baiknya.

Apalagi, papar sejumlah warga secara terpisah, lokadsi pembuang sampah yang di dalamnya sudah ditempatkan kontainer tersebut situasinya nanti berada dalam lingkup tembok sepanjang 30 meter, lebar 20 meter, dan ketinggian 2 meter. Dengan demikian, untuk mengajak warga agar benar-benar disiplin, tentu akan lebih baik jika ada relawan yang bertugas menjaganya, baik siang maupun malam, dan contoh untuk itu sudah ada.

Contoh untuk itu, adalah sebagaimana yang saat ini berlangsung di Ngepungrojo, di pinggir jalan raya dekat jembatan, justru para pembuang sampah memberikan uang ala kadarnya kepada yang menjaga. ”Sebab, mereka merasa dibantu ikut membuangkan sampah yang sudah dikantongi, untuk dimasukkan ke dalam kontainer,”ungkap salah seorang warga setempat, Andik.

Kontainer sampah dan alur Kali Blaru yang saat musim hujan seperti ini tidak banyak air yang dialirkan ke kali tersebut, sehingga warga yang hendak membuang sampah ke kali tentu sedikit pikir-pikir.

Semisal relawan yang jaga di lokasi pembuangan sampah khusus warga di lokasi tersebut, tidak mendapat imbalan dari warga pembuang sampah karena jasanya membantu warga seperti di Ngepungrjo, paling tidak mereka bisa ditempatkan di lokasi tersebut. Selebihnya, relawan itu biar ikut memanfaatkan dan mengambil sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan mempunyai nilai jual.

Dengan kata lain, biarlah relawan itu sebagi pemulung dengan mendapat tugas resmi dari desa, sehingga tugas dan tanggung jawabnya benar-benar maksimal. Maksudnya, yang bsrsangkutan bisa mendapatkan hasil dari memungut sampah, dan juga jasanya jika ikut membantu warga mengangkatkan kantong sampah yang dibawa pembuangnya masuk ke dalam kontainer.

Hal tersebut mengingat, ada warga pembuang sampah yang biasanya enggan turun dari motor sehingga asal lempar, tapi jika hal itu dibantu menaikkan dan memasukkannya ke kontainer lama-lama mereka pasti akan merasa terbantu. ”Akan lebih baik lagi, jika di lokasi pembuangan sampah sementara itu juga dilengkapi dengan sumur pompa sehingga lokasi tersebut juga bisa disemprot dengan air setiap saat,”imbuhnya.