Pemdes Ngurenrejo Gunakan DD Senilai 75 Persen

0
59
Kantor Balai Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sebagaimana pada umumnya, pemerintah desa merupakan unit tata kelola kecil dengan otonominya melaksanakan kegiatan pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia (SDM). Lalu, secara kalkulasi timbul indeks pembangunan manusia.

Namun dalam realisasinya, pemerintah desa tentu saja membutuhkan pembiayaan dalam pelaksanaan program yang dicanangkan itu. Dimana hal ini adalah melalui Anggaran Dana Desa maupun Dana Desa yang dimaksudkan untuk mencapai agenda.

Hal tersebut juga yang dialami oleh Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Dalam tata kelola pemerintahan yang didukung dengan aktivitas pembangunan untuk saat ini telah mengajukan Dana Desa (DD).

“Untuk awal tahun 2021 ini kami belum melaksanakan program. Karena baru mengajukan DD kepada pemerintah yang totalnya 1 M,” kata Kepala Desa Ngurenrejo, Sudiyono di kantornya kepada Saminnews, Rabu (13/1/2021).

Pihaknya menegaskan bahwa prioritas penggunaan DD tahun 2021 ini, masih sama seperti pada tahun sebelumnya. Pasalnya, sebagian besar DD diperuntukkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) yang diberikan warganya.

Di tengah wabah pandemi Covid-19 ini, pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) masih memprioritaskan DD untuk membantu masyarakat sebagai jaring pengaman sosial (JPS).

Hal itu dibenarkan oleh Sudiyono, dimana dalam sebagian besar DD pemerintah Desa Ngurenrejo lebih dari separuhnya digunakan untuk pembiayaan BLT DD. praktis, hanya sebagian kecil lainnya digunakan untuk penunjang pembangunan maupun aktivitas program desa, katakanlah padat karya tunai.

“DD sebagian besarnya untuk penanganan Covid-19 itu melalui BLT DD. Untuk alokasinya senilai 75 persen, sementara sisanya untuk misalnya PKT,” Sudiyono menjelaskan.