Membuka Pintu Bendung Wilalung Tidak Bisa Hanya Asal Buka

0
275
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno.

SAMIN-NEWS.com, PATI  – Turunnya hujan dengan intensitas tinggi, maka kondisi Bendung Wilalung di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kudus, banyak menerima gelontoran air dari hulu. Sehingga harus dilakukan penguragan debit air yang maduk ke bendungan tersebut yang diairkan lewat dua pintu yang menuju ke Kali Wulan, dan satu pintu lainnya ke alur Kali Juwana.

Akan tetapi satu hal yang harus benar-benar dipahami masyarakat agar tidak selalu gagal paham berkait pembukaan pintu bendung, tidak hanya Bendung Wilalung, jelas tidak bisa dilakukan asal-asalan. Maksudnya dalam kondisi darurat apapun untuk membuka pintu bendung tidak hanya asal buka oleh petugas seperti yang banyak dipahami selama ini.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno. ”Sebelum pihak yang berkompeten membuka pintu bendung, maka semua unsur jajaran wilayah terkait harus berembug untuk menghitung berapa volume atau kapasitas air yang harus dibuang dari bendung tersebut,”ujarnya.

Akan tetapi, lanjutnya, sampai hari ini pihaknya atau Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) sebagai pihak berkompeten yang mewakili Bupati Pati, Bupati Kudus, Bupati Demak, Bupati Jepara, dan Bupati Grobogan harus terlebih dahulu membahas masalah tersebut. Apalagi, yang disebarluaskan di media sosial itu pembukaan pintu 8 Wilalung yang mengarah ke alur Kali Juwana.

Kendati demikian, siaga terhadap kondisi kemampuan bendung menerima gelontoran air dari hulu tetap terus dilakukan, dan mengingat pihaknya belum diajak rapat untuk koordinasi berkait hal itu, maka kesimpulannya, secara resmi belum ada pembukaan pintu 8 bendung itu yang mengarah ke Kali Juwana. Jika semalam ada upaya membuka, sampai dua kali itu pun berapa air yang dikeluarkan dilakukan dengan penghitugan yang cermat.

Sebab, pembukaan pintu tersebut selebar 10 cm adalah meruakan upaya untuk mengurangi dan meringankan beban bendung tersebut. ”Karena itu, kami mengajak warga di sapanjang alur Kali Juwana hendaknya tetap waspada untuk mencermati kondisi tersebut, karena di wilayah Pati juga banyak anak kali yang membuang airnya ke Kali Juwana,”imbuh Darno.