Hari Keduapuluhdelapan: Dua Jenazah Dimakamkan dengan Standar Protokol Covid-19

0
62
Shalat jenazah untuk pemakaman standar protokol Covid-19 berlangsung di tengah jalan depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonagung, Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hari keduapuluhdelapan, Kamis (28/1) 2021 hari ini, Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengharap agar tidak lagi berlangsung pemakaman standar protokol Covid-19. Dengan demikian, untuk pemakaman cukup yang berlangsung pada Rabu (27/1) semalam, di Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana.

Adapun jenazah yang dimakamkan adalah seorang lelaki, warga desa setempat, dan sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati. Karena hanya ada pemakaman satu jenazah, banyak yang memperkirakan bahwa situasi penyebaran virus Covid-19 di Pati sudah mulai landai.

Dengan demikian, papar salah seorang anggota Tim BPBD, Purnama, sudah semestinya untuk pemakaman standar protokol Covid-19 tidak lagi terjadi, atau cukup hanya satu yang dimakamkan semalam itu. ”Akan tetapi, faktanya untuk hari ini jenazah yang dimakamkan dengan standar protokol Covid-19 masih lebih dari satu,”ujarnya.

Proses pemakaman standar protokol Covid-19 setelah peti jenazah berada di atas lubang adalah dikumadangkan adzan dan qomat.

Masing-masing, satu jenazah laki-laki, warga Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH). Sedangkan satunya lagi, warga Desa Keboromo, Kecamatan Tayu yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Sebening Kasih Tayu.

Terlepas dari hal tersebut, saat ini situasi sudah sore sehingga tim pun tetap tak pernah lepas dai harapannya, agar sore maupun petang , dan malam nanti tidak ada lagi jenazah dari rumah sakit mana pun yang dimakamkan dengan standar protokol Covid-19. Dengan begitu, harapan berikutnya  Pati benar-benar sudah landai dalam penyebaran virus tersebut.

Proses akhir pemakaman jenazah standar protokal Covid-19 adalah pengurukan/penutupan lubang makam dilanjutkan dengan penempatan nisan di pusara makam.

Karena itu, apa yang dia ungkapkan berkait dengan pemakaman standar prokol Covid-19, adalah semata-mata harapan yang sudah pasti juga diharapkan orang lain. ”Jika harapan tersebut belum bisa diwujudkan, kami tetap siap melaksanakan pemakaman standar itu sampai tuntas atau sampai kapan berlanjutnya,”imbuhnya.