Ancaman Kerusakan di Ruas JLS Pati Setiap Saat Bisa Terjadi

0
62
Salah satu kerusakan yang sering terjadi biasanya adalah amblesnya bahu jalan karena kendaraan berat yang berhenti atau parkir di lokasi tersebut, abai terhadap kondisi bahu jalan yang baru selesai dibangun satu atau dua tahun sebelumnya.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tidak ada lagi personel yang bertugas setiap saat atau sepanjang waktu di sepanjang lokasi ruas jalan, atau yang lazim disebut sebagai mandor jalan, seperti di masa penjajahan, menyebabkan jalan raya ini seperti tidak ada lagi pengawasnya yang setiap hari memang ada di lokasi wilayah kerjanya. Hal itu berganti pengawasan keliling, sehingga hanya sekadar keliling hari itu, tapi satu bulan berikutnya belum tentu kembali sampai di situ lagi.

Akibatnya,  jika setiap terjadi kerusakan terutama sarana penunjangnya petugas yang berkompeten penanggung jawab akses ruas jalan nasional, seperti di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, tidak tahu apa-apa. Terjadinya kecelakaan yang menimbulkan kerusakan saja baru diketahui, jika masih ada kendaraan yang terlibat berada di lokasi tersebut.

Akan tetapi berdasarkan pantauan ”Samin News”, yang banyak terjadi justru sebaliknya termasuk munculnya sejumlah warga yang sok berani menutup saluran karena hendak mendirikan bangunan untuk kepentingan usaha. ”Rusaknya sarana pendukung akses ruas JLS tersebut, masih berlanjut sampai saat ini,”ujar salah seorang warga Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Hadi Martono.

Hal itu lanjutnya, untuk kerusakan di sisi barat ujung JLS seperti di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, lanjutnya, selain patok pembatas (tholo-tholo) untuk sisi utara jalan mulai dari barat sepanjang lebih dari 300 meter semua hilang atau roboh. Faktor penyebabnya tak lain, tru-truk yang parkir atau petugas parkirnya tidak memandu.

Apalagi, jika parkirnya di malam hari sopir pun tidak urusan terhadap apa yang rusak, karena selain ”tholo-tholo” juga talut, dan bahkan saluran pembuang (drainase) tak terhindari dari kerusakan. Kondisi tersebut akan terus berulang, karena memang tidak ada petugas yang ditempatkan di sepanjang ruas sesuai wilayahnya.

Dengan kata lain, jika terus menerus terjadi pembiaran, maka sarana penunjang yang rusak di ruas jalan, pihak yang menjadi penyebabnya pun merasa aman-aman saja. ”Lihat contoh kerusakan bahu jalan tidak hanya terjadi karena kendaraan truk yang parkir asal-asalan, juga petugas parkirnya tidak mengarahkan, sehingga kendaraan berat tersebut saat berhenti di bahu jalan pun rusak parah,”tandasnya.

Terpisah salah seorang personel petugas yang berkompeten menangangi jalan raya nasional, ketika dihubungi berkait dengan terjadinya kerusakan, langkah yang diambil pun sama dengan langkah-langkah sebelumnya. ”Coba kami cheknya dulu ke lokasi,”kilahnya.