Tim BPBD Kemarin Sore Terakhir Memakamkan Jenazah Seorang Perempuan Standar Protokol Covid-19

0
177
Pemakaman jenazah seorang perempuan degan standar protokol Covid-19, warga Desa Tambaharjo, Kecakatan Kota Pati, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jelak, desa setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Melaksanakan tugas pemakaman jenazah dengan standar protokol Covid-19 dari pagi hingga sore, Senin (7/12), Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil menuntaskan pelaksanaan pemakaman tersebut sebanyak empat jenazah. Masing-masing tiga jenazah laki-laki di Desa/Kecamatan Margorejo, di Desa Gembong/Kecamatan Gembong, di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, dan satu jenazah perempuan.

Khusus yang disebut terakhir, adalah masih aktif sebagai pendidik, warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH). Sedangkan giliran pemakaman jatuh kali yang terakhir sekitar pukul 17.30, karena semula tim akan terlebih dahulu melaksanakan tugas pemakaman yang sama di Kepoh Kencono, Kecamatan Pucakwangi, Pati.

Akan tetapi berdasarkankan keterangan yang dihimpun ”Samin News”  menyebutkan, untuk pemakaman jenazah di desa itu dibatalkan. ”Sebab, tim jaga tetangga di desa yang bersangkutan siap melaksanakan pemakaman jenazah di lingkungannya,”papar salah seorang anggota tim, yang akrab dengan sapaan Purnawa.

Pemakaman jenazah seorang perempuan degan standar protokol Covid-19, warga Desa Tambaharjo, Kecakatan Kota Pati, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jelak, desa setempat.

Tidak hanya itu, lanjutnya, jenazah yang kemarin dimakamkan dengan urutan ketiga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bogo, Juwana adalah mantan orang penting di Pati. Terlepas dari hal tersebut, berdasarkan perhitungan waktu mulai dari persiapan, menuju ke lokasi, menunggu jenazah dengan batas rata-rata maksimal dalam sehari, ternyta timnya hanya mampu melaksanakan pemakaman maksimal empat jenazah.

Itu pun yang terakhir, sudah lebih dari pukul 17.00 dan selesai setengah jam kemudian pun sudah menjelang maghrib. Jika selesai pemakaman  sore maupun petang hari, dan selesai itu harus melaksanakan lagi pemakaman di malam hari, untuk kondisi saat ini kondisi kemampuan fisik sudah jauh berkurang, karena pelaksanan pemakaman ini sudah berlangsung berbulan-bulan.

Apalagi, sekarang juga saatnya turun hujan sehingga bila malam hari juga tak luput dari kondisi cuaca seperti itu. ”Salah satu kendala yang menjadi dampak dan sering terjadi, adalah ambrolnya lubang makam yang sudah dipersiapkan oleh pihak yang menggali lubang makam, tapi jika terjadi ambrol menjelang digunakan memakamkan jenazah, kami harus menatanya kembali,” imbuhnya.