Sangkrah Menggunung Belum Sempat Dibuang Sudah Datang Lagi

0
66
Menggunungnya tumpukan ‘berbagai jenis ”sangkrah” yang belum sempat dibuang, dan saat ini hal itu datang lagi menyumbat alur Kali Di Desa Babalan, Kecamatan Gabus, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – salah satu alur kali yang selama ini menjadi tempat menumpuknya berbagai jenis ”sangkrah”, baik potongan kayu, bambu, batang pohon pisang dan yang lain jika dalam kondisi musim hujan seperti sekarang, adalah alur Kali Babalan, Kecamatan Gabus. Hal itu menunjukkan bahwa warga di kawasan hulu dalam membuang ”sangkrah” tersebut adalah sembarangan.

Padahal, papar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno. menghadapi kondisi tersebut pihaknya langsung tidak menunggu waktu. Dengan personel dan peralatan yang ada, maka ”sangkrah” yang menyumbat alur kali itu langsung dibersihkan.

Hanya saja saat itu, pihaknya b elum bisa langsung membuang banyaknya ”sangkrah” tersebut  sehingga masih tampak menumpuk di pinggir kali yang mana di lokasi itu terdapat dam pengendali air. ”Sebab, waktu itu kami harus membersihkan sangkrah yang ada diu alur Kali Simo, di pinggir jalan Pati-Juwana,”ujarnya.

Dari hulu alur kali tersebut, berbagai jenis ”sangkrah” begino jika turun hujan pun terus ikut terbawa mengalirnya air dari hulu ke hilir.

Karena itu lanjutnya,  di alur Kali Simo yang menjadi wewenang pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, tapi pihaknya juga harus ikut serta. Sebab, sangkrah-sangkrah itu juga datang dari alur Kali Bapoh dan Kali Masong  yang bila hujan hanyut ke hilir hingga masuk ke alur Kali Sinoman, dan terakhir menyumbat di Kali Simo.

Terlepas dari hal tersebut, jika memasuki musim penghujan, maka tambahan pekerjaan cukup merepotkan adalah membersihkan berbagai jenis ”sangkrah” di sejumlah alur kali, dan hal tersebut menjadi penyumbat di bawah jembatan. Jika sudah dalam kondisi demikian, maka limpasan air baik ke jalan maupun ke areal persawahan tak bisa dihindari.

Salah satu contoh di antaranya adalah menumpuknya ”sangkrah” di alur Kali Babalan yang dapaknya juga menyebabkan air di kawasan hilir limpas di areal persawahan warga. ”Hal itu terjadi karena  ada sangkrah yng bisa ikut hanyut berikutnya juga menjadi penyumbat jembatan di kawasan hilir,”imbuhnya.