Dalam Seharian, Enam Jenazah Dimakamkan dengan Standar Protokol Covid-19

0
781
Proses pemakaman jenazah seorang laki-laki dengan standar protokol Covid-19, warga Desa Pakis, Kecamatan Tayu, oleh Tim Relawan Pemakaman dari Pati utara, Tunggulwulung.(Foto:SN/dok-yun)
Proses pemakaman jenazah seorang laki-laki dengan standar protokol Covid-19, warga Desa Pakis, Kecamatan Tayu, oleh Tim Relawan Pemakaman dari Pati utara, Tunggulwulung.(Foto:SN/dok-yun)

SAMIN-NEWS.com , PATI – Mulai dari tadi pagi, Minggu (6/12) hingga sore ini, sebanyak enam jenazah harus dimakamkan terpisah dengan standar protokol Covid. Diawali dengan pemakaman jenazah seorang perempuan, warga Desa Jembangan, Kecamatan Batangan dan diakhiroi dengan pemakaman jenazah seorang laki-laki, warga Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati.

Khusus jenazah yang disebut terakhir, berdasarkan keterangan yang dihimpun Samin News menyebutkan, sempat dirawat di rumah sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus. Dengan demikian, Tim Relawan Tunhggulwulung sepenuhnya mendapat support tenaga dari Tim Relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus yang turun dengan kekuatan penuh.

Dengan dukungan tersebut, maka tenaga yang harus dikeluarkan untuk pemakaman dalam kesemoatan terakhir sedikit lebuh ringan. Apalagi, sebelum itu tim relawan Pati utara ini juga sudah memakamkan satu jenazah seorang laki-laki di Cluwak, yang dikirim dari Cirebon, Jawa Barat (Jabar), dan sesudah itu terus memakamkan jenazah seorang laki-laki lainnya, di Desa Pakis, Kecamatan Tayu.

Sementara itu, dari keterangan lain yang juga dihimpun ”SN” juga menyebutkan, untuk Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, sejak pagi hingga pukul 15.00 tadi juga memakamkan tiga jenazah dengan standar protokol Covid-19. Ketiga-tiganya jenazah dengan jenis kelamin perempuan, dan lebih mengherankan ketiganya dari rumah sakit yang sama, yaitu Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.

Karena pengiriman jenazah dari rumah sakit yang sama, maka tim mempunyai kesempatan istirahat sedikit lebih lama. Yakni, saat ambulans RS tersebut baru selesai mengantar satu jenazah di salah satu desa, maka untuk gantian berikutnya mengantar diu desa lain tentu masih ada tenggang waktu tim berpindah sehingga kesempatan menunggu ini bisa dimanfaatkan untuk beristirahat setelah tiba di lokasi pemakaman desa lain.

Semisal tadi pagi, tim BPBD harus memakamkan jenazah seorang perempuan, warga Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, dan sebelum meninggal sempat dirawat di RS KSH Pati. Ketika pemakaman tengah berlangsung, ambulans pengantar jenazah harus kembali ke rumah sakit lagi, untuk mengambil jenazah yang lain, untuk ganti dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa lain pula.

Kesemoatan menunggu pemakaman berikutnya inilah tim bisa beristirahat, meskipun harus menunggu, yaitu setelah dari Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, kemudia pemakaman ganti ke TPU Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana. ”Selasai itu, kami bersama teman-teman ganti berpindah ke TPU Desa Talun, Kecamatan Kayen,” ungkap saah seorang di antara mereka yang akrab disapa Purnama.

Selain itu, imbuhnya, untuk Sabtu (5/12) dari pagi sampai sore hari, tim BPBD memakamkan tiga jenbazah dengan standar protokol Covid-19. Akan tetapi malam harinya, tambah satu jenazah lagi seorang laki-laki warga Desa Sitirejo, Kecamatan Tambakromo, dan  sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo  Pati.