Siang Dimakamkan Satu Jenazah Protokol Covid-19 Malam Dua

0
89
Setelah dishalatkan jenazah seorang perempuan warga Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Selasa (17/11) semalam (tadi malam) diusung menuju ke lubang pemakaman di Tempat Pemakaman Umun (TPU) desa setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Untuk pemakaman standar protokol Covid-19 yang sampai saat ini masih terus berlanjut, menunjukkan bahwa kematian di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 tersebut masih terus belanjut.  Selasa (17/11) siang kemarin memang hanya dimakamkan satu jenazah seorang perempuan, warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, dan sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Margoyoso.

Hal yang sama dilanjutkan pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 dan 21.30 salah satunya juga jenazah  seorang perempuan, warga Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, dan satu lagi jenazah seorang warga Gesengan Cluwak yang sempat dirawat di RSI Margoyoso pula. Akan tetapi pemakaman jenazah warga Gesengan ini di lakukan oleh tim dari Pati utara, Tunggulwulung.

Sedangkan meninggalnya seorang perempuan warga Bumimulyo, dari keterangan yang dihimpun ”Samin News” (SN) menyebutkan, sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Dokter Soetrasno Rembang, karena penyakit bawaan paru-paru. ”Masuk ke rumah sakit itu selama empat hari karena tidak bisa berjalan, setelah meminum minuman suplemen,” ujar salah seorang warga yang mengetahui kondisi almarhumah memang mengidap penyakit bawaan, paru-paru.

Setelah peti jenazah berada di atas lubang makam, maka salah seorang tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati pun mengumandangkan adzan dan qomat.

Karena itu, lanjutnya, apakah dalam kondisi seperti  itu memang benar meninggalnya almarhumah karena Covid-19, dan jika benar seharusnya ada tindak lanjut penanganan, paling tidak pada anggota keluarganya. Sebab, di sini beberapa waktu lalu juga ada warga yang dirawat disebutkan menderita penyakit tersebut, dan keluarganya diminta pulang untuk menjalani isolasi.

Akan tetapi, saat di rumah tidak menjalani isolasi dan bahkan ikut berkumpul dengan banyak orang, ternyata yang bersama dengan orang tersebut sampai saat ini aman. ”Dengan kondisi seperti itu, kami sebagai  orang awam justru semakin tidak paham,”imbuh orang yang bersangkutan seraya menambahkan beberapa hal.

Saat peti jenazah sudah dimasukan dalam lubang pemakaman kemudian diuruk/ditutup, serta ditempatkan nisan kayu dimakam almarhumah.

Di antaranya, jika dalam kondisi sehat almarhumah memang pekerja keras, karena banyak bekerja membantu suaminya mengingat masih mempunyai tanggungan seorang putri yang masih duduk di bangku SMA. ”Sedangkan dua putri lainnya sudah menikah, dan juga sudah memberikan tiga orang cucu jika tidak salah,”ungkapnya.