Semalam Dimakamkan Lagi Dua Jenazah dan Pagi Ini Tiga

0
419
Jenazah salah seorang perempuan warga Desa Agungmulyo, Kecamatan Juwana saat diturunkan dari mobil ambulans Rumah Sakit (RS) Wongsonegoro Ketileng, Semarang, untuk diusung ke lubang pemakaman.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Semalam atau Sabtu (7/11) tadi malam Pati harus kembali memakamkan dua jenazah dengan standar protokol Covid-19, menyusul setelah siang hari sebelumnya juga harus melakukan hal sama. Adapun yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Khusus (TPK) untuk umat Kristiani di Ngagul, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, siang hari sebelumnya salah seorang dokter spesialis terkenal di Pati.

Dengan demikian, dalam  waktu sehari semalam sebanyak tiga jenazah harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19, tapi tadi malam juga muncul  kabar yang tidak jelas asal-usulnya. Yakni, ada juga pemakaman jenazah yang dilakukan oleh ”Jogo Tonggo”, tanpa menyebutkan di desa mana lokasinya, tapi disebutkan jenazah yang sebelum meninggal dirawat di salah sebuah rumah sakit swasta di Pati.

Terlepas dari hal tersebut, papar salah seorang Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Pati, meskipun kadang-kadang diliputi rasa jenuh karena hampir bisa dipastikan hampir tiap hari, baik siang maupun malam berada di kuburan, tapi tetap siap melaksanakan tugas. ”Coba bayangkan sejak siang hari  hingga pukul 23.30 malam ini, baru masuk rumah,”ujar dia yang akrab disapa Purnama.

Saat tim pemakaman siap memasukkan peti jenazah ke lubang pemakaman jenazah seorang perempuan warga Desa Agungmulyo, Kecamatan Juwana, tadi malam.(Foto:SN/aed)

Karena itu, lanjutnya, untuk pembagian tugas pemakaman dengan standar protokol yang sama, di Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Margoyoso, Pati, diserahkan kepada relawan dari Pati utara. Yakni, dari relawan Tunggulwulung mengingat jaraknya lebih dekat dengan lokasi desa yang jenazah lelaki warganya dimakamkan.

Selain itu, persiapan dan sambil menunggu kedatangan ambulans pembawa jenazah dari Rumah Sakit (RS) Dokter Moewardi Solo, waktunya juga hampir lepas tengah malam atau beberapa menit sudah pukul 24.00. Karena itu personel dari tim BPBD yang berangkat ke lokasi biasanya hanya dua orang, dan biasanya kalau pemakaman berlangsung pada dini hari cepat atau lambatnya adalah tergantung kedatangan jenazah dari rumah sakit mana.

Pengurukan/penutupan lubang serta penempatan nisan merupakan bagian akhir dari proses pemakaman.(Foto:SN/aed)

Selesainya pemakaman dua jenazah dengan standar protokol Covid-19 di dua lokasi pada malam dan dini hari tadi, menjelang subuh kembali harus melaksanakan tugas. Yakni, untuk memakamkan jenazah seorang perempuan, warga Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, dan sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Isalam (RSI) Margoyoso.

Akan tetapi tampaknya tugas belum berakhir, meskipun pemakaman di desa itu baru selesai pukul 04.30 setelah kembali dan beristirahat di Mako BPBD, datang lagi perintah untuk melakukan pemakaman di Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana. Pukul 08.00 tadi, tim berangkat menuju ke lokasi TPU desa tersebut untuk memakamkan jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH).

Jenazah seorang laki-laki warga Desa  Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana tengah dishalatkan kemudian diturunkan dari mobil ambulans untuk diusung ke lubang pemakaman.(Foto:SN/dok-yun)

Rasanya, tambah dia, seperti mimpi, bahwa sejak selesai subuh tadi hingga sekarang secara berturut-turut harus memakamkan tiga jenazah dengan standar protokol Covid-19 secara terpisah. Sebab, selesai dari Bakaran sekarang datang perintah lagi ke Desa Tegalwero , Kecamatan Pucakwangi, untuk memakamkan jenazah seorang laki-laki yang sebelumnya atau sejak Sabtu (31/10) dirawat di Rumah Sakit (RS) Dokter Soetrasno Rembang.

Pengusungan jenazah menuju lubang pemakaman dan jenazah sudah siap di atas lubang, setelah dikumandangkan adzan dan qomat pun dimasukkan ke dalam lubang.(Foto:SN/dok-yun

Sambil menunggu kesiapan pembuatan lubang makam, maka dari Bakaran Kulon, tim kembali ke Mako BPBD untuk beristirahat sejenak. ”Jika semuanya sudah siap, kami bersama teman-teman pun segera berangkat menuju lokasi,”tandasnya.