Salah Satu Dokter Spesialis di Pati; Akhirnya Juga Meninggal Positif Terpapar Covid-19

0
1617
Suasana pemakaman tanpa lampu penerangan di makam umat Kristiani atas istri salah seorang dokter spesialis di Pati. di Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Kristen Dukuh Ngagul, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Minggu (18/10) malam bulan lalu.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Minggu (18/10) memasuki pekan ketiga bulan Oktober 2020 sekitar pukul 11.15, istri salah seorang dokter spesialis kondang di Pati yang tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) Moewardi Solo, dikabarkan meninggal. Penyebabnya tak lain, karena positif terpapar virus Corona (Covid-19), tapi saat itu suaminya dokter spesialis yang bersangkutan masih harus dirawat secara intensif di  RS yang sama.

Faktor penyebabnya berdasarkan informasi dari RS tersebut juga karena positif terpapar virus itu, sehingga sudah pasti saat istrinya mendahului meninggal dokter tersebut masih harus menjalani perawatan. Akan tetapi, akhirnya memasuki pekan ketiga atau awal pekan bulan ini (November) atau tepatnya, Jumat (6/11) malam sekitar pukul 22.00 dokter spesialis itu harus ”menyusul” istrinya.

Diperoleh keterangan, untuk pemakaman almarhum juga akan berlangsung di TPK khusus itu sekitar lepas tengah hari, karena jenazah baru dibawa ambulans keluar dari RS Moewardi Solo pukul 10.00. Sehingga untuk perjalanan ambulans pembawa jenazah almarhum  dari Solo ke Pati, diperkirakan memakan waktu paling cepat sekitar dua jam.

Dengan demikian, Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, saat ini sudah siap di markasnya. Karena itu, papar salah seorang di antara mereka, jika ternyata Sabtu (7/11) hari ini ada yang meninggal dan harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19 terpaksa harus menunggu selesainya pemakaman almarhum dokter spesialis itu.

Sedangkan pada jeda waktu untuk menunggu pemakaman di siang hari ini, sekaligus sebagai pemulihan tenaga seluruh anggota tim. Pasalnya, sejak pemakaman jenazah di Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Jumat kemarin sekitar pukul 10.30, maka petang hingga malamnya harus kembali melakukan pemakaman di Sukorukun, Jaken, jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal sempat dirawat di RS Sultan Agung Semarang.

Kembali ke markas dari tempat pemakaman tersebut, baru beristirahat sekitar satu jam sudah harus berangkat lagi ke lokasi pemakaman di desa lain. Yakni,  Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, untuk memakamkan jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal dirawat di RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.

Untuk pemakaman tengah malam ini, tim akhirnya harus berangkat bersama mobil ambulans pembawa jenazah dari RS itu. ”Pertimbangannya, ketimbang harus menunggu terlalu lama di kuburan, maka  kami bersama teman-teman baru berangkat pukul 23.30,”ungkap salah seorang di antara mereka yang sehari-hari akrab disapa Purnama.