Pengetatan Masuk Kawasan Pulau Seprapat Terus Dimaksimalkan

0
107
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Joko Susanto, tengah memimpin apel pelaksanaan tugas Pengetatan di ujung jalan dan jembatan, masuk kawasan Pulau Seprapat Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Di tengah kondisi pandemi Covid-19 di Pati, maka berbagai upaya maksimal harus dilakukan untuk menghindari terbentuknya klaster-klaster penyebaran baru. Karena itu, suka atau tidak suka apa pun kegiatan yang dilakukan masyarakat tetap harus ada pembatasan, dan harus selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Dengan demikian, maraknya keinginan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Juwana dan sekitarnya, yang tiap sore hendak memasuki kawasan wilayah Pulau Seprat tentu tidak dibiarkan begitu saja. Sebab, di tempat ini mereka berkumpul dengan banyak lainnya, tanpa mempedulikan prokes, utamanya adalah menjaga jarak di antara mereka.

Padahal, ungkap Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko AP MSi melalui Sekretaris  Dishub Indri Nugraheni SE MM Akt, dari laporan yang diterima Personel yang diterjunkan bertugas di lokasi itu, sebenarnya tidak ada hal yang menarik dari sisi kepentingan perseorangan. ”Mereka datang berkumpul di tempat tersebut hanya memanfaatkan waktu santai di sore hari, hanya sambil melihat orang menerbangkan layangan raksasa,”ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Joko Susanto, tengah memimpin apel pelaksanaan tugas Pengetatan di ujung jalan dan jembatan, masuk kawasan Pulau Seprapat Juwana.

Akan tetapi, lanjutnya, penerbangan layang-layang  tersebut sudah dilarang, dan bahwa sempat dilakukan operasi mendadak oleh jajaran Muspika Kecamatan Juwana. Dengan demikian, saat ini layang-layang tetsebut sudah tidak lagi diterbangkan, sehingga jika mereka tetap memaksa datang ke Pulau Seprapat, saat ini tentu sekadar berkumpul, bergerombol sambil menikmati makaman maupun minuman yang dijajakan para pedagang.

Jika dalam kondisi tidak di tengah-tengah situasi pandemi, tapi masayarakat bisa melakukan kegiatan menikmati suasana sore hari, hal itu tentu akan lebih bagus karena akan menjadikan kebiasaan berkumpulnya warga. Sehingga bila sampai warga itu bisa menciptakan kondisi kawasan tersebut bisa maksimal, maka kunjungan warga tentu bisa diterima sebagai bentuk berlangsungnya proses bertemunya berbagai kepentingan yang akhirnya membuahkan hasil di lokasi itu sebagai pusat perekonomian di Juwana.

Hanya saja sayangnya, saat ini situasi pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga warga hendaknya bisa sedikit menahan diri, dan jika pihaknya juga harus ikut mengirim personel untuk memperketat kawasan tersebut, agar untuk saat ini tidak menjadi pusat berkumpulnya warga hanyalah semata-mata, agar masyarakat jangan sampai tertular dan menularkan virus tersebut. ”Bersabarlah, ke depan kawasan itu  tentu akan semakin bertambah baik fasilitas yang tersedia,”imbuhnya.