Pemberdayaan Perempuan Perlu Ditopang dengan Faktor Pendidikan

0
27
Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PKB, Muntamah.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Upaya pemberdayaan perempuan oleh pemerintah yang dimulai dari mendirikan Kelembagaan Perempuan pada era Orde Baru berkuasa harus ditopang dengan faktor pendidikan. Kaum perempuan dengan modal pengetahuan serta wawasan yang dimiliki akan mampu keluar dari belenggu cengkraman budaya asing.

Sebagaimana yang diuraikan oleh anggota dewan DPRD Kabupaten Pati, Muntamah menyebut perempuan harus bergerak pada beberapa bidang. Hal ini dengan mampu membuka akses pada ruang sosial, ekonomi, maupun pendidikan itu sendiri.

“Kata kunci bagi revitalisasi sosial oleh Pemberdayaan Perempuan adalah kembali pada nilai-nilai tradisi lokal pra-kolonial yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berperan secara sosial dan ekonomi,” ungkap Muntamah kepada Saminnews.

Dengan kembali pada nilai lokal wisdom pada saat pra kolonial. Ketika era kerajaan, kaum perempuan punya peranan yang cukup strategis menjalankan peran-peran sosial, ekonomi bahkan pada ranah politik. Pada saat itu, perempuan punya pilihan-pilihan keputusan bagi kehidupan secara personalnya.

Dikatakannya, perempuan harus mampu dan mau untuk membuat pilihan-pilihan pribadinya sehingga tidak lagi harus bergantung dengan siapapun dalam hidupnya. Dengan langkah sederhana ini akan menunjukkan peran perempuan tidak melulu mengerjakan urusan rumah tangga. Misalnya dalam adagium suku Jawa cukup terkenal ungkapan Macak, Manak, serta Masak yang lekat bagi perempuan.

“Tentu saja kemandirian di era modern ini harus ditopang oleh kapasitas pendidikan yang mumpuni, karena kemandirian tanpa kapasitas pendidikan justru akan kontra-produktif pada kemampuan perempuan untuk membuat pilihan itu sendiri,” tegasnya.

Sebab, dengan modal pengetahuan serta wawasan ini perempuan akan cenderung mampu memanajemen apa yang bisa dikembangkan dalam proses pemilihan. Dengan kata lain, fungsi pendidikan ini sebagai modal sosial untuk mendukung gerakan Pemberdayaan Perempuan. Apakah seorang perempuan mau menekuni pada bidang politik, terjun dalam dunia bisnis maupun mengembangkan karir serta nenggeluti dunia pendidikan. (ADV)