Malam Ini Tim BPBD Baru Selasai Memakamkan Jenazah Ke Empat

0
230
Beginilah saat-saat kejenuhan melanda tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati karena terlalu lama menunggu kedatangan salah satu jenazah yag harus dimakamkan siang tadi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sekitar pukul 20.00 Senin (9/11) hari ini Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, baru saja selesai memakamankan empat jenazah dengan standar protokol Covid-19. Jenazah yang kali terakhir dimakamkan oleh tim tersebut, adalah alamarhumah warga Desa Sumberarum, Kecamatan Jaken yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Dokter Soetrasno Rembang.

Sedangkan pemakaman yang dilakukan paling awal tadi pagi, adalah almarhum seorang laki-laki, warga Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti. Mengingat yang bersangkutan adalah warga di kawasan Pati utara, maka pemakaman dilakukan oleh Tim Relawan Tunggulwulung, tapi juga dibantu beberapa personel dari BPBD.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang anggota tim dari BPBD yang sehari-hari akrab dengan sapaan Purnawa, ketika ditanya berkait kegiatan tim yang berlangsung seharian hingga malam hari. ”Sebab, selain tim relawan dari Pati utara, kegiatan pemakaman baru berlangsung pada siang hari di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana yang waktunya memang sudah terlanjur siang, sehingga tim dari BPBD tidak kembali ke markas,”ujarnya.

Tim tengah mendapat jatah makan siang dari kendurian orang yang menggali lubang pemakaman saat menunggu di salah sebuah balai desa, di mana ada warga salah satu desa itu yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19.

Selesai pemakaman di Bajomulyo,  Kecamatan Juwana, lanjutnya, tim pun bergerak lagi menuju ke Desa Batursari, Kecamatan Batangan. Kendati sudah ada di antara mereka yang kelelahan, tapi pemakaman dilanjutkan ke Desa Sumberarum, Kecamatan Jaken, tapi di lokasi ini tim menunggu kedatangan jenazah dari RS Dr Soetrasno Rembang terlalu lama.

Karena itu, lagi-lagi ada anggota tim yang sudah kelelahan menunggu dan diserang kantuk, akhirnya ada yang mencari lokasi tempat tidur di areal persawahan pinggir lokasi makam tersebut. Di tempat terbuka di bawah terik matahari, meskipun dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap ternyata yang bersangkutan bisa juga tidur.

Salah satu anggota tim pemakaman dari BPBD Pati, karena terlalu lelah dan mengantuk, terpaksa harus memilih tidur di areal persawahan sebelah makam dengan di bawah terik matahari sore sekaligus untuk meningkatkan imun tubuhnya.

Mengingat selesainya pemakaman jenazah terakhir sudah sore, maka akhirnya mereka hanya bisa mengarap agar malam ini tidak berlangsung pemakaman lagi. ”Sebab, cuacanya mendung hendak turun hujan sehingga kami bersama teman-teman bisa beristirahat dan menghemat tenaga untuk persiapan kembali melaksanakan tugas besok pagi,”selorohnya.