Mahfud MD, Sang Menko Multitasking

0
10

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia, Mahfud MD jika kita amati dalam setiap kesempatan mengungkapkan pendapat tentu akan sangat terasa menyerang kelompok yang dinilai berseberangan dengan penguasa. Dan disaat yang sama pula, ia selalu membela diri terhadap semua kebijakan yang dilakukan oleh penguasa.

Jika kita amati polanya, tentu hal ini akan terasa begitu mirip dengan apa yang dilakukan oleh buzzer istana selama ini. Sebenarnya hal tersebut bukanlah sebuah kesalahan, hanya saja tentu hal semacam ini terasa kurang pas jika dikaitkan dengan kedudukannya sebagai Menkopolhukam.

Bahkan ekstrimnya, dalam konteks buzzer dan semacamnya, Mahfud MD sangat bisa kita sejajarkan dengan kelompok Abu Janda,Ade Armando, Denny Siregar dan yang lainnya.

Yang terbaru, Mahfud MD bersuara melalui cuitan di laman twitter mengenai sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ia nilai membiarkan adanya pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan anak Habib Rizieq Syihab.

Dalam menyikapi hal tersebut, Mahfud justru terkesan membuat gaduh suasana yang memang sedang panas. Sebagai Menkopolhukam sudah seharusnya ia mampu mencitrakan dirinya sebagai figur seorang “Bapak” yang bisa menjadi penengah dan mengayomi agar suasana menjadi kondusif.

Sederhanya, jika memang ada indikasi yang tidak beres sebagai pejabat publik baik itu menteri, gubernur atau yang lain. Cukuplah bereskan di dalam terlebih dahulu, jangan apa-apa diumbar ke publik yang membuat kesan saling baku hantam dan tidak kompak.

Tetapi dalam hal ini tentu saya sangat yakin bahwa Mahfud MD punya alasan yang kuat untuk menampilkan dirinya bak buzzer istana. Hanya saja, dari perspektif orang awam seperti kita hal seperti ini terasa kurang pantas saja. Apa-apa diserang dan terkesan yang penting baku hantam dan bersuara keras.