Hari Ini Sampai Siang; Baru Pemakaman Satu Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
85
Pemakaman jenazah seorang perempuan, warga Kampung Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Kamis (19/11) hari in, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Kamis (19/11) tadi pagi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terlepas Pati itu masuk zona apa dari jajaran wilayah di Jawa Tengah, tapi yang jelas tiap hari selalu berlangsung pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 baik siang maupun malam dan dinihari. Karena itu setiap warga diketuk kesadaran nuraninya, untuk bersama-sama memutus penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dengan demikian, upaya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) hendaknya terus dilakukan, dan jangan bosan-bosannya untuk selalu waspada terhadap penyebaran virus tersebut. Selain itu juga jangan beranggapan bahwa yang rentan terhadap penularan virus tersebut bukan hanya semata-mata orang lanjut usia.

Untuk kematian warga yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19, Kamis (19/11) hari ini, adalah seorang perempuan kelahiran Tahun 1974. ”Jika dihitung berdasarkan ukuran tahun kelahiran sampai sekarang usia almarhumah tentu belum genap 50 tahun,”ujar salah seorang warga yang minta tidak disebut jati dirinya.

Saat peti jenazah sudah berada di atas lubang makam, maka berikutnya langsung dishalati karena saat dari rumah sakit tempat dirawat setelah meninggal bekum dishalati.

Karena itu, lanjutnya, bahwa faktor usia muda bukan jaminan seseorang tidak bisa tertular virus penyakit itu adalah tidak benar. Sehingga lebih baik jika masing-masing warga adalah saling menjaga diri dan sadar untuk sepenuhnya melindungi keluaganya, sehingga jangan membiarkan oarang-orang terdekat kita sampai menghadapi terjadinya penularan virus penyakit itu.

Jenazah yang sudah disiapkan untuk dimasukkan ke dalam lubang makam oleh tim pemakaman BPBD Pati.

Di sisi lain, juga ada seorang warga lainnya yang emosional menyatakan, jika orang tidak menderita Covid-19 tapi kenyataannya justru ”dicovid-kan”, maka yang meresa malu tidak hanya semata-mata pihak keluarga. ”Kami yang sehari-hari tinggal bersama dalam satu lingkungan kekeluargaan yang di atur dalam rumah tangga (RT), tentu juga merasa malu,”tandasnya.

Saat jenazah sudah dimasukkan ke lubang makam kemudian diuruk/ditutup oleh tim pemakaman.

Warga tahu bahwa Covid-19 sebenarnya bukanlah aib, tapi masih banyak pula warga yang beranggapan demikian, sehingga jika ada warga yang meninggal kemudian dimakamkan oleh tim seperti saat ini banyak yang mengganggap bahwa keluarga ini adalah positif terpapar Covid-19. ”Dampak sosialnya, adalah saat pemakaman berlangsung tidak ada warga yang berani melayat sampai ke makam,”imbuh warga itu