Operasi Yustusi di Kawasan Daerah Genangan Waduk Gembong

0
100
Suasana kawasan daerah genangan Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembon, Pati, meskipun sudah ditutup masih ada yang memanfaatkannya dengan tidak memperhatikan protokol kesehatan.(Foto:SN/dok-on)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Camat Gembong, Cipto Mangun Oneng bersama jajaran Muspika juga pihak pemerintahan desa dan Karang Taruna, beberapa waktu lalu sudah tegas menutup kawasan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong. Utamanya, adalah jalan masuk ke kawasan genangan waduk yang pada bulan-bulan seperti sekarang sudah tidak berair, tapi justru banyak dimanfaatkan warga tanpa mengidahkan protokol kesehatan.

Kendati demikian, papar Camat yang bersangkutan, ternyata tiap sore masih saja lokasi kawasan genangan waduk yang saat ini tidak berair itu menjadi pusat berkumpulnya warga. Alasannya, mereka mencegat suasana tenggelamnya matahari sore, tapi di sisi lain di lokasi yang sama juga menjadi pilihan para pengunjung yang kebanyakan abai untuk selalu memakai masker.

Karena itu, Sabtu (17/10) kemarin, pihaknya pun kembali melakukan operasi yustisi dengan tujuan utama adalah untuk mendisiplinkan warga, untuk selalu memakai masker, dan juga jangan berada di tempat tersebut dengan bergerombol. ”Ternyata masih juga didapatkan pengunjung yang berlaku seperti itu, baik larangan pemuda maupun para anak baru gedhe (ABG) lainnya,”ujarnya.

Untuk operasi yustisi Sabtu sore, memang belum melakukan tindakan tapi masih harus melakukan edukasi mengingat dalam kesempatan tersebut ikut serta melakukan operasi adalah para mahasiswa dari UMK Kudus yang tengah melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Gembong. Dengan demikian, para mahasiswa ini juga melakukan edukasi kepada para pengunjung.

Bagi mereka yang tidak memakai masker pun diberi oleh para mahasiswa itu, sehingga akhirnya mereka yang sudah berada di dalam kawasan daerah genangan waduk pun memakai masker semua. Akan tetapi, hal itu bukan berarti pihaknya akanĀ  membuka penutupan kawasan waduk yang digunakan tempat, tidak hanya melihat tenggelamnya matahari sore.

Akan tetapi di lokasi yang sama juga digunakan untuk kontes truk, sehingga tiap sore banyak warga yang berkumpul di tempat tersebut, danĀ  jika harus mengawasi secara terus menerus tentu tidak mungkin. ”Selain itu, di tempat tersebut juga banyak penjaja makanan dan minuman, bahkan ada yang menjajakan minuman kopi dengan membuka lapaknya menggunakan kendaraan pikap bak terbuka,”imbuhnya.