Hari Ke Tiga Random Rapid Test dan Swab-PCR Covid-19 di Pati; Ada Santri yang Reaktif

0
71
Random Rapid Test dan Swab-PCR hari ketiga, Jumat (30/10) di Terminal Kembang Joyo Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Memasuki hari ketiga dari lima hari yang dijadwalkan untuk random rapid tes dan swab-PCR oleh Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Pati, dari 25 orang yang menjalani rapid tes di Terminal Kembang Joyo atau Terminal Sleko Pati, 5 orang diketahui reaktif. Bahkan, tiga orang di antaranya adalah santri dari salah sebuah pondok pesantren yamg hendak pulang berlibur di tempat asalnya, yaitu di salah satu desa di Grobogan, Purwodadi.

Karena itu, pihak Balkesmas mengeluarkan surat keterangan hasil rapid tes untuk dibawa yang bersangkutan dan diserahkan kepada kepala desa asal para santri itu, untuk selanjutnya diserahkan ke puskesmas. Akan tetapi oleh petugas dari Balkesmas Pati, mereka juga diberikan penjelasan untuk tetap  menjalani dan mematuhi  protokol kesehatan, yaitu mengisolasi diri atau melakukan hal sama berdasarkan petunjuk dari pihak puskesmas.

Koordinator Random Rapid Tes dan Swab-PCR Balkesmas Pati yang bertugas Jumat (30/10), Sundari, ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak, tapi pihaknya tetap memberikan edukasi kepada mereka yang ternya hasil rapid test-nya reaktif. ”Yakni, secara jujur setelah sampai di rumah harus mengisolasi diri dan menyerahkan surat keterangan hasil Rapid Test tersebut kepada puskesmas setempat,”ujarnya.

Secara bergantian para personel dari Balkesmas Pati melakukan rapid tes terhadap warga yang baru datang dari bepergian dan menggunakan kendaraan penumpang umum, tirun di Terminal Kembang Joyo, Pati.

Dengan demikian, lanjutnya, setelah mereka tiba di daerah masing-masing jika surat pengantar itu tidak diserahkan kepada petugas puskesmas, maka petugas yang di sana tentu tidak tahu apa-apa. Karena itu, berdasarkan laporan hasil Rapid Tes yang dilakukan pihaknya ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), maka biar antar-DKK yang bersangkutan berkoordinasi.

Menjawab berapara santri yang dilakukan Rapid Tes di Terminal Kembang Joyo, pihaknya tidak menghitung secara rinci, karena sebelum melakukan pemeriksaan terhadap santri asal Grobogan, sebelumnya diperiksa pula santri asal Rembang yang hendak pulang ke Kudus. Akan tetapi yang jelas, dari 25 orang yang harus menjalani Rapid Tes, lima di antara mere hasilnya reaktif.

Jika dari jumlah tersebut lebih dirinci lagi, yang hasilnya reaktif adalah tiga santri, satu orang laki-laki warga di wilayah Kecamatan Trangkil juga sudah diberikan pengantar, tapi masih bingung antara masuk karantina atau kembali ke rumah. ”Sedangkan satu reaktif lainnya, seorang perempuan warga asal Kota Demak,”imbuhnya.