Bulog Cabang Pati Salurkan BSB di Delapan Wilayah Kecamatan

0
50
Pengeluaran Bantuan Sosial Beras (BSB) mulai Kamis (22/10) dari Gudang Bulog 204 dan 201 di wilayah Kecamatan Margorejo, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Untuk kali kedua dalam September dan Oktober Bulog Cabang Pati menyalurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) dari Kementrian Sosial RI, untuk Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pati. Akan tetapi penyelauran di akhir September lalu, adalah juga BSB untuk alokasi Agustus, sehingga watu itu seluruhnya mencapai 1.600 ton.

Sedangkan untuk bulan ini (Oktober) KPM PKH hanya menerima sekali penyaluran, masing-masing sebanyak 15 kilogram. Penyaluran dimulai Kamis (22/10) s/d Sabtu (24/10) untuk delapan wilayah kecamatan di Pati utara, dan satu di antaranya juga di Kecamatan Pati yang mempunyai 29 desa/kelurahan.

Kedelapan wilayah kecamatan tersebut di antaranya, papar Kepala Bulog Cabang Pati, Yonas Haryadi, yaitu Kecamatan Cluwak, Dukuhseti, Tayu, dan Kecamatan Trangkil serta Kecamatan Wedarijaksa. ”Selebihnya adalah Kecamatan Kota Pati, Margorejo, dan juga Kecamatan Tlogowungu,”ujarnya.

Pengambilan Bantuan Sosial Beras (BSB) Kementrian Sosial untuk KPM PKH bulan Oktober 2020 dikeluarkan dari Gudang Bulog 201 dan 204.

Kendati pihaknya menjadwalkan penyaluran sampai tiga hari, lanjutnya, tapi jika hal tersebut bisa selesai dalam waktu dua hari juga lebih bagus, karna hal itu sama saja penyaluran lebih cepat satu hari. Dengan demikian, para KPM  sebagai penerima untuk hari-hari berikutnya sudah bisa menikmati BSB tersebut.

Karena itu pihaknya mengingatkan, bahwa BSB yang disalurkan tersebut, tentu jangan disamakan dengan Bantuan Sosial Nontunai (BSNT), khusus untuk komponen berasnya adalah kualitas premium. Sedangkan BSB dari Kementrian Sosial RI, tentu dalam kapasitas kualitasnya adalah medium yang dikeluarkan pihaknya dari gudang Bulog.

Dengan demikian, jika ada BSB yang diterima KPM ternyata ada yang kualitasnya tidak maksimal, maka pihaknya harus siap mengganti. ”Hal tersebut sesuai petunjuk dan arahan dari Pak Bupati Pati, mengingat beras tersebut tersimpan dalam gudang dengan jumlah cukup banyak sehingga bila ada yang kurang maksimal bisa dimintakan ganti,”imbuhnya.