Sembilan Warga Tambahsari yang Harus Menjalani Rapid Test Satu pun Tak Ada yang Datang

0
398
Camat Pati Didik Rusdiartono bersama jajaran Muspika kecamatan setempat saat mengecek dan mencari informasi di Puskesmas Pati II, Jumat (4/9) tadi siang.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sedikitnya sembilan warga Desa Tambahsari, Kecamatan Kota Pati yang perkirakan mempunyai kontak dekat dengan almarhum positif terpapar virus corona (Covid-19), Jumat (4/9) hari ini seharusnya menjalani Rapid Test. Hal yang berkait dengan masalah itu sedianya akan dilaksanaan pukul 10.00 di Puskesamas Pati II, dan untuk sementara mengambil tempat di Desa Payang.

Akan tetapi setelah ditunggu hinggal pukul 11.00 lebih, ternyata mereka satu pun tak ada yang menampakkan diri, sehingga pihak puskesmas yang harus melaksanakan rapid test merasa dikecewakan. Sebab, untuk melaksanakan tugas itu malam hari sebelumnya juga sudah melakukan kontak dengan Kades Tambahsari dan mengingatkan agar besok pagi jangan lupa, warganya harus ada yang menjalani rapid test.

Tidak hanya itu, pihak puskesmas setelah menunggu kedatangan mereka tidak juga kunjung tiba mencoba menghubungi salah seorang putra almarhum, dan pada awalnya menyatakan akan segera datang. ”Namun belakangan dikehatui bahwa mereka juga tidak datang, setelah dalam waktu berikutnya juga dihubungi lagi lewat telepon tapi jawaban batal tidak datang, karena ada alasan yang lebih penting,”ujar salah seorang petugas di puskemas itu tapi keberatan disebut jati dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang personel puskesmas juga menyebutkan, selesai itu menyusul ada penelepon lain yang ternyata seorang perempuan. Orang tersebut  menanyakan, bahwa Rapid Test itu gratis atau membayar, setelah dijawab oleh petugas bahwa Rapid Test itu gratis alias yang ditest tidak dipungut biaya, jawaban dari seberang justru sangat provokatif.

Sebab, peremupan dalam telepon tersebut menyatakan  bahwa jika Rapid Test itu tidak membayar maka hasilnya oleh petugas yang melakukan test tersebut akan dibuat reaktif semua. Atas komentar dan jawaban seperti itu, personel yang melaksanakan tugas jelas menjadi tersinggung, dan nyaris tidak mau menangani tugas Rapid untuk warga Desa Tambahsari tersebut.

Sekitar pukul 10.30, Camat Pati Didik Rusdiartono bersama jajaran Muspika datang mengecek langsung ke Puskesmas Pati II, serta menenangkan petugas agar tidak terbawa emosi. Hal itu juga dilakukan terhadap bidan desa yang saat itu juga sudah hadir di puskesmas setempat, dan Camat minta agar warga Tambahsari yang harus Rapid Test ditunggu sampai pukul 11.00 yang ternyata sampai batas waktu itu juga tdak ada yang datang.