Pupuk Subsidi, Antara Alokasi dan Realisasi yang Tak Sama

0
20
Admin Kartu Tani Kabupaten Pati, Mudya Surya Wirawan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Per tanggal 15 September 2020 pukul 23.04, Dashboard pembelian pupuk subsidi menggunakan Kartu Tani di Kabupaten Pati antara alokasi dengan realisasi tidak sama. Hal ini yang menyebabkan kelangkaan pupuk subsidi di toko pengecer pertanian. Sehingga, berdampak langkanya barang.

Admin Kartu Tani Kabupaten Pati, Mudya Surya Wirawan, mengatakan alokasi yang dicanangkan pemerintah terhadap pupuk Urea sebanyak 32.312.176. Akan tetapi, dalam realisasinya tidak seratus persen. Hanya 10,60 persen, yaitu sebesar 3.824.286. Sehingga masih menyisakan sisa yaitu 28.887.890 pupuk subsidi jenis Urea.

“Untuk pupuk SP-36 alokasinya sebesar 2.917.749 dengan realisasi hanya 396.684. Kemudian masih kekurangan 2.521.065 dengan data itu realisasinya menyerap 13. 60 persen. Yang artinya masih jauh dari total pengajuan alokasi,” ucapnya kepada Saminnews, Sabtu (25/9/2020).

Kemudian pupuk subsidi jenis ZA Kabupaten Pati dengan alokasi sebesar 10.608.721 dan realisasinya per pertengahan bulan September 916.803. Dengan demikian masih ada sisa kuota sebanyak 9.691.917 dengan nilai penyaluran 8,64 persen.

Surya melanjutkan, pupuk subsidi jenis NPK alokasi 28.103.111 serta realisasinya hanya baru 2.956.933. Kemudian jenis pupuk organik dengan alokasi 1.340.872 serta baru terealisasi 125.041. Praktis masih menyisakan sisa kuota dari masing-masing jenis pupuk subsidi tersebut.

Kendati demikian, meski persoalan pupuk subsidi berbagai jenis yang belum usai lantaran stoknya yang menipis itu. Pihaknya mengaku bahwa para petani dalam menebus atau membeli pupuk dengan menggunakan Kartu Tani.

“Penerapan penagihan pembayaran subsidi pupuk menggunakan dashboard bank (kartu tani) di Kabupaten Pati dimulai 1 sept 2020 sesuai dengan SK Kuasa Pengguna Anggaran Pupuk Bersubsidi Dirjen PSP Kementan RI,” tandasnya.