Para Pekerja Proyek Tambat Kapal Terganggu Debu Bertebaran

0
29
Dampak dari melintasnya ”dump truck” pengangkut tanah uruk yang melintas di pelataran kolam tambat kapal, menyebabkan para pekerja yang tengah menggarap pekerjaan jalan menjadi terganggu.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Puluhan pekerja yang hingga kini masih menyelesaikan pekerjaan ruas jalan di kawasan kolam tambat kapal merasa terganggu dengan debu yang bertebaran saat ada ”dump truck” lewat di pelataran proyek tersebut. Kendaraan itu hilir-mudik mengangkut tanah uruk menuju lokasi pengurukan areal tambak milik perseorangan.

Lokasinya di sisi utara kolam tambat kapal, tapi ”dump truck” yang lalu lalang mengangkut tanah uruk tersebut menyebabkan debu di pelataran kolam besar itu praktis bertebaran. Sebab, pelataran tersebut dalam pelaksanaan pekerjaan untuk pemadatannya juga menggunakan tanah uruk, sehingga ketika tiap hari atau tepatnya sejak Rabu (2/9) lalu pengurukan tambak milik perorangan dilakukan, debu oleh ”dump truck” yang melintas tidak bisa dihindari.

Sebab, kata beberapa pekerja, di sis barat pelataran tersebut tengah berlangsung pekerjaan pembuatan akses jalan kawasan kolam tambat kapal dengan konstruksi rigid beton. ”Dengan demikian, pekerjaan konstruksi tersebut yang menyita banyak waktu adalah pekerjaan pembesian, dan sewaktu-waktu kendaraan pengangkut material tanah uruk untuk tambak perseorang lewat, jelas menyebabkan debu bertebaran ke mana-mana,”ujar salah seorang di antara mereka, Kasmin (57).

Areal tambak perseorangan di sisi utara kolam tambat kapal yang kini sudah mulai diuruk, karena truk pengangkut tanah nuruk bisa lewat di pelataran kolam tambat kapal tersebut.

Salah seorang pekerja pada pelaksanaan pekerjaan pengurukan tambak milik perseorangan yang minta dipanggil namanya sebagai Win, ketika ditanya berkait hal itu mengatakan, sebenarnya dalam hal ini pihaknya hanya sebagai pengecek masuknya material tanah uruk. Akan tetapi, masalah yang berkait dengan debu sebenarnya dia sudah meminta kepada penyedia material agar akses untuk jalan dilakukan penyiraman.

Hal tersebut mengingat tepat di sebelah jalan untuk lewat ”dump truck” pengangkut memang ada pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan pembuatan jalan. Memang benar, ketika ”dump truck” lewat baik saat masuk membawa material tanah uruk mauun saat keluar dengan tanpa membawa muatan, maka debu di jalan yang untuk lewat memang bertebaran.

Akan tetapi, sampai siang begini permintaan air untuk penyiraman sama sekali belum datang, dan itu pihaknya tidak mengatahui secara pasti jam berapa datangnya air untuk melakukan penyiraman. ”Untuk areal tambak perorangan yang harus diuruk ini luasnya kurang dari satu hektare, yaitu hanya 6.500 meter persegi,”paparnya.