Dari Malam Kemarin Hingga Malam Tadi; Rekor Pemakaman Standar Covid-19 di Pati

0
752
Situasi pemakaman jenazah standar protokol Covid-19, Kamis (10/9) tadi malam di Desa Mojo, Kecamatan Cluwak, Pati.(Foto:SN/dok-yun)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Barangkali pandemi virus Corona (Covid-19) yang menyebabkan meninggalnya warga Pati yang positif terpapar, dari Rabu (9/9) dini hari hingga Kamis (10/9) tadi malam (semalam) ternyata memegang rekor. Yakni, ada lima almarhum maupun almarhumah yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19.

Kali terakhir semalam, adalah pemakaman untuk seorang laki-laki, warga Desa Mojo, Kecamatan Cluwak, Pati yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Margoyoso. Dengan selesainya pemakaman jenazah almarhum tersebut, sejak Kamis pagi hingga semalam Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, baru bisa sedikit beristirahat dengan mendoakan agar dini hari tadi atau besok pagi tidak ada warga yang meninggal untuk dimakamkan dengan standar protokol Covid-19.

Jika doa seluruh anggota tim tidak dikabulkan, kata Ketua Tim yang bersangkutan, Khayun Fulanun SH, maka hal tersebut harus ada pemikiran untuk mengoptimalkan keberadaan relawan sehingga jika harus memakamkan jenazah dengan standar Covid-19 lebih dari satu tempat/lokasi maka tidak perlu harus saling menunggu. ”Apalagi, jika dalam sehari semalam harus memakamkan jenazah dengan standar protokol itu sampai lima kali,”ujarnya.

Pemakaman jenazah almarhumah, warga Dukuh Kincir, Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, pada Kamis (10/9) siang, karena jenazah tersebut harus dikirim dari RS Wongsonegoro Semarang.(Foto:SN/dok-sri)

Akan tetapi, lanjutnya, berkat kesiapan tim yang pantang menyerah kembali ke rumah sebelum jenazah selesai dimakamkan, maka lima jenazah seluruhnya bisa dimakamkan dengan standar Covid-19. Sebenarnya, sesuai informasi yang diterima pihaknya ada enam jenazah yang harus dimakamkan dengan standar Covid-19 secara bergantian, tapi yang seharusnya kali pertama dilakukan di Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu,  harus menunggu terlalu lama.

Dengan demikian, sekitar pukul 10.30 pemakaman di tempat tersebut baru berakhir, dan tim harus bergerak cepat menuju ke tempat pemakaman umum (TPU) Dukuh Kincir, Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana. Sebab, jenazah almarhumah yang di rawat di RSU Wongsonegoro Semarang sekitar pukul 11.15 sudah tiba di lokasi pemakaman, dan pemakaman baru selesai sekitar pukul 12.40.

Jadwal berikutnya, tim bergerak ke Pati, karena harus melakukan pemakaman jenazah seorang pendeta, warga Kelurahan Pati Lor di lokasi TPU Carum, Desa Sarirejo, Kecamatan Kota Pati. Selesai itu, tim terus bergerak menuju ke TPU Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, untuk memakamkan perempuan jenazah warga setempat.

Sementara itu, sore harinya untuk rencana pemakaman berikutnya di Desa Sumbermukyo, Kecamatan Winong, pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengapa, dan barangkali karena meninggalnya almarhumah tidak karena faktor terpapar Covid-19. ”Istirahat sejenak, dan malam tadi kami harus begerak ke Desa Mojo, Kecamatan Cluwak yang berbatasan dengan Desa Kelet, Kecamatan Keling, Jepara,”imbuh Khayun Fulanun.