Pasar Runting Dibuka Lagi; Keluarga Pedagang yang Dikarantina Terima Bingkisan

0
96
Ka Kwarcab Pati, Sugiyono (dua dari kiri) saat menyerahkan paket kebutuhan sehari-hari kepada keluarga padagang Pasar Runting yg harus menjalani karantina setekah hasil rapid test beberapa waktu lalu reaktif.

SAMIN-NEWS.com, PATI РRatusan pedagang Pasar Runting, Desa Tambaharjo, Kecamatan Kota Pati, Senin (24/8) tadi pagi kembali ramai berjualan setelah tiga hari sebelumnya atau sejak Jumat (21/8) s/d Minggu (23/8) lalu ditutup total. Penutupan terpaksa dilakukan, karena diketahui 11 pedagang di pasar tersebut yang menjalani rapid test hasilnya diketahui reaktif.

Dengan demikian, kata Kepala Pasar Desa setempat, Suwaji,  para pedagang tersebut sudah menjalani karantina. Akan tetapi, lanjut dia, sebelum itu, dua pedagang juga dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19), sehingga yang bersangkutan hingga sekarang juga harus menjalani perawatan di rumah sakit (RS) berbeda).

Kedua pedagang tersebut, satu di antaranya adalah warga asal Desa Ngepungrojo yang berbatasan dengan Desa Tambaharjo juga di wilayah kecamatan yang sama. ”Pedagang tersebut tiap hari berjualan ikan, dan satu lagi pedagang yang berjualan tepung khusus untuk masakan petis, warga Mulyoharjo juga bertetangga desa dengan Tambaharjo,”ujarnya.

Suasana Pasar Runting, Desa Tambaharjo, Kecamatan Kota Pati, beberapa jam setelah dibuka lagi, Senin (23/8) tadi pagi.

Terpisah Ketua (Ka) Kwarcab Pati, Sugiyono yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati, menjelaskan, Minggu (23/8) kemarin pihaknya menyerahkan bingkisan kepada keluarga pedagang Desa Tambaharjo yang saat ini tengah menjalani karantina. Karena itu, dia mengharap agar saat dilakukan swab test hasilnya negatif, yang artinya selain sudah menjalani masa karantina tidak perlu lagi menjalani isolasi.

Mengingat kondisi pasar masih harus dilakukan pemantauan, maka akan lebih baik jika para pedagang yang tiap hari melakukan transaksi jual-beli hendaknya selalu mematuhi protokol kesehatan. Karena itu jangan abaikan, bahwa tiap hari harus selalu memakai masker, dan biasakan mencuci tangan setiap saat, atau lebih baik setelah melakukan transaksi.

Dengan tetap mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan, maka harapannya minimal kita sudah menerapkan ke hati-hatian. ”Apalagi yang namanya di pasar, upaya memghindari kerumunan tentu kadang-kadang lalai dilakukan, karena jika sudah sibuk melayani pembeli yang kadang-kadang datang bersamaan, tetaplah waspada maka memakasi masker jangan sampai lupa.”