Kesia-siaan Statemen Vaksin Covid-19 Halal

0
11

BEBERAPA waktu yang lalu, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir menyebut bahwa 40 juta dosis vaksin corona siap disuntikkan Januari-Februari kedepan jika lolos uji klinis tahap ketiga. Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menyebut bahwa masyarakat tidak perlu khawatir kehalalan vaksin tersebut.

Saat meninjau laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat, Erick menyebut bahwa bahan yang digunakan 100% halal dan masyarakat tidak perlu menghawatirkan hal tersebut. “Insya Allah bahan baku halal digunakan untuk vaksin Covid-19 karena Bio Farma sudah menjadi salah satu pusat produksi vaksin halal dunia” ungkapnya.

Sebenarnya, statemen Erick yang menyebut bahwa vaksin covid-19 yang akan diuji cobakan awal September tersebut 100% halal adalah hal yang tidak perlu. Mengingat angka covid-19 di Indonesia yang semakin naik, melemparkan pernyataan yang tidak perlu bukanlah hal yang bijak.

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia memang menjadi salah satu negara dengan warga muslim terbanyak di dunia. Namun dengan hal tersebut, tak lantas harus membuat kita terlalu konservatif hingga terkesan kolot.

Selain itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso menyampaikan vaksin Covid-19 tidak perlu terlebih dulu dilakukan sertifikasi halal. Menurutnya, pandemi Covid-19 saat ini tergolong kondisi darurat sehingga vaksin bisa langsung digunakan tanpa terlebih dulu disertifikasi halal.

“Proses untuk mendapatkan kehalalan produknya kan prosesnya harus diaudit. Audit itu butuh waktu. Tetapi menolong kan harus secepatnya. Jadi ya monggo saja digunakan dulu (vaksinnya). Kan sekarang ini nyawa manusia harus diselamatkan (karena) kondisinya emergency sekali,” ujarnya.

Pernyataan Erick mengenai bahan vaksin tersebut halal secara tidak langsung seperti menghakimi bahwa muslim di Indonesia tidak open minded dalam menghadapi situasi pandemi ini. Toh, sebelumnya juga tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut. Apa mungkin justru Erick mengambil kesempatan ini sebagai pijakan untuk naik panggung yang lebih besar? Ahh sudahlah, yang jelas muslim di Indonesia tidak sebodoh dan sekolot itu pak !