Hari Ini Satu Lagi Warga Meninggal Suspek Covid-19

0
542
Situasi proses pemakaman protokol Covid-19 seorang ibu rumah tangga warga Desa Tambaharjo, Kccamatan Kota Pati, Sabtu (29/8) hari ini.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Setelah sehari sebelumnya, Jumat (28/8) kemarin, empat warga Pati meninggal dan harus dimakamkan dengan standar Covid-19, Sabtu (29/8) hari ini yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol yang sama hanya ada satu orang. Yakni, seorang ibu rumah tangga, warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Kota Pati yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun berkait hal itu, Kepala Desa Tambaharjo, Mubaliq semoat menghadapi komplain warga tentang pemakaman jenazah almarhumah harus dimakamkan dengan protokol Covid-19. Padahal sebelumya, ada warga desa tetangga, yaitu Tambahsari yang meninggal di RSU RAA Soewondo Pati yang sedianya akan dimakamkan dengan protokol tersebut, akhirnya dibatalkan dan bisa dimakamkan secara biasa.

Dengan demikian, warga yang komplain tersebut menganggap bahwa kemampuan Kepala Desa Tambaharjo lebih kuat pengaruhnya Kepala Desa Tamabahsari. Karena itu, warga yang tidak sependapat dengan sikap Kepala Desa Tambahsari, dan terbukti menimbulkan preseden buruk itu harus ada langkah penyelesaian secara hukum, agar tidak muncul hal-hal yang pada prinsipnya tidak mau mematuhi ketentuan perundang-undangan, yaitu pemakaman dengan protokol Covid-19.

Kecenderungan mulai abainya pihak terhadap ketentuan protokol pemakaman Covid-19 juga sudah terjadi di Desa Blaru jika di Kecamatan Kota Pati. ”Jika hal itu dibiarkan seperti di Tambahsari, jelas upaya mencegah penyebaran virus Corona di Pati ini tidak akan ada selesainya,”ujar salah seorang yang tidak bersedia disebut identitasnya,

Terpisah Camat Pati, Drs Didik Rusdiartono, ketika ditanya berkait hal tersebut juga tidak mengelak sehingga perlu ditegaskan kembali bahwa di tengah situasi pandemi virus Corona (Covid-19) ini jika ada warga yang meninggal dan suspek Covid-19 pemakamannya tetap harus sesuai protokol tersebut. Seperti yang berlangsung di Desa Tambaharjo tadi pagi, meskipun ada warga yang komplain, karena almarhumah sebelum meninggal memang pernah dirawat beberapa kali di rumah sakit.

Terakhir dirawat di Rumah Sakit (RS) KSH Pati sudah empat hari dan pernah dirawat di RS swasta lainnya dengan riwayat penyakit sebagai pengidap hepatitis sudah lama. Akan tetapi di RS KSH rontgen thorax dari UGD KSH tidak dilakukan, karena sudah membawa hasil rotngen dari RS yang merawat sebelumnya tanggal 25 Agustus lalu.

Akan tetapi rontgen itu tanpa interpretasi karena hasilnya sudah disampaikan melalui WA kepada dokter di RS KSH yang menaganinya. Hasil pembacaan dokter tersebut, memang ada gambaran bercak infiltrate dan gambaran ggo pada kedua pulmo mengarah Covid-19, sehingga pasien yang meninggal hari ini adalah suspek Covid-19.

Dengan demikian, maka untuk proses pemakaman adalah tetap sesuai protokol Covid-19, sehingga koordinasi dengan jajaran terkait juga dilakukan. ”Utamanya adalah ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, untuk menerjunan Tim Pemakaman dan semuanya berjalan lancar,”imbuh Didik Rusdiartono.