Galian Pipa Air Minum di Suwaduk Murni Proyek PDAM

0
253
Kepala Desa Suwaduk, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Juremi.

SAMIN-NEWS.com  PATI – Untuk menutup berkembangnya fitnah yang tak berujung pangkal, Kepala Desa Suwaduk, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Juremi menegaskan, bahwa pihaknya maupun pemerintahan desa setempat sama sekali tidak  berkait dengan pelaksnaan pekerjaan galian pipa air minum. Jika masih ada pihak yang tidak puas dengan penjelasan ini, hal itu bisa ditanyakan langsung kepada pihak yang berkompeten.

Sedangkan pihak dimaksud  dalam hal ini  tak lain adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pati, karena memang yang bersangkutan sebagai pemilik proyek tersebut. Jika hal itu berlangsung di Desa Suwaduk, karena perusahaan daerah ini mempunyai sumber air yang berlokasi di Suwaduk, dan sudah saatnya untuk dikelola dengan cara airnya disalurkan kepada calon pelanggan.

Karena itu, lanjut kades yang bersangkutan, sumber keuangan untuk mengerjakan proyek itu adalah murni dari perusahaan, dan pihak desa hanya bisa menyediakan personel pekerja untuk pekerjaan kasar. ”Jika ada alat berat jenis ekskavator yang beroperasi melakukan penggalian lubang pipa, karena PDAM memang tidak mempunyai alat berat tetrsebut sehingga harus menggunakan milik pihak ketika yang sudah pasti dengan sistem sewa,”ujarnya.

Sebab, paparnya lagi, dalam pelaksanaan pekerjaan penggalian ini perusahaan juga menggali tanahnya sendiri yang panjangnya mencapai 600 meter, dan lebar 3 meter. Dari hasil penggalian lubang pipa sepanjnag itu, maka nanti setelah seluruh pipa tersampung justru pihak desa beserta seluruh masyarakat yang diuntungkan, karena pihak perusahaan akan menata dan memadatkan kembali sepanjang bekas lokasi galian.

Dengan demikian, pekerjaan itu akan bisa lebih maksimal karena pemadatannya memggunakan mesin gilas sehimgga bukan hanya lubang galian pipa itu diuruk kembali. Sehingga hal tersebut sesuai dengan kemauan warga, bahwa tanah milik PDAM yang sekarang tengah digali untuk pemasangan pipa memang pernah ada warga yang menguzulkan untuk dikeruk dan diratakan sebagai jalan.

Ternyata setelah tiba waktunya, pihak perusahaan mengeruk tanah tersebut untuk pemasangan jaringan pipa dan juga siap meratakan dan memadatkan, sehingga nanti bisa dimanfaatkan warga untuk jalan. ”Lebih dari itu, PDAM dalam hal ini juga memberikan kontribusi yang menguntungkan bagi desa dan warga, karena akan memasang jaringan tiang listrik sepanjang pinggir jalan itu, dan  aliran daya listriknya dibutuhkan untuk menggerakan pompa air tapi warga maupun desa juga bisa ikut memanfaatkan,” imbuh Juremi.