Pemakaman Jenazah Non-Covid 19 Dilakukan Secara Covid

0
1069
Peti jenazah almarhumah baru diturunkan dari ambulans RSUD RAA Soewondo Pati. (Foto:SN/dok-istimewa)
Jenazah almarhumah dishalatkan di tengah jalan dalam Pemakaman Umum Lastri Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana. (Foto:SN/dok-istimewa)

SAMIN-NEWS.com  PATI – Tujuan pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pati tak lain adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, sehingga pemakaman seorang perempuan warga Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana, Pati, harus dilakukan dengan protokol Covid-19. Sedangkan penyebab meninggalnya perempuan itu, menyusul setelah sekitar sepekan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo.

Untuk memastikan apakah almarhumah positif terpapar Covid-19 sehingga harus dirawat di rumah sakit tersebut, sampai dimakamkan jenazah yang bersangkutan, Sabtu (11/7) kemarin sekitar pukul 15.15 masih menunggu hasil pemeriksaan lab kedua dari rumah sakit itu. Sebab, hasil pemeriksaan lab pertama atau test swab pertama diketahui negatif.

Test tersebut, berdasarkan keterangan yang dihimpun dilakukan pihak rumah sakit dan hasilnya diketahui memang negatif. Berikutnya test kedua, sebelum diketahui hasilnya atau setelah almarhumah dirawat sekitar sepekan akhirnya meninggal, sehingga pemulasaraan jenazah oleh pihak rumah sakit juga menggunakan protokol Covid-19.

Pemakaman jenazah almarhumah di TPU Lastri Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana. (Foto:SN/dok-istimewa)

Demikian pula, untuk proses pemakamannya, di mana jenazah almarhumah yang sudah dimasukkan ke dalam peti mati diantar menggunakan ambulans dari RSUD RAA Soewondo Pati. Ambulans yang membawa jenazah tersebut tidak singgah ke rumah duka, melainkan dari rumah sakit langsung menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana.

Secara kebetulan, lokasi TPU tersebut terletak  di pinggir jalan raya Juwana -Tayu sehingga ketika di makam itu  terlihat sejumlah orang memakai alat pelindung diri (APD), termasuk sekolompok orang yang harus menggali liang kubur. Hal tersebut tentu menarik perhatian bagi yang melihat tapi mereka melihat dari lokasi di luar makam.

Sedangkan yang saat itu berada di dalam TPU hanya sejumlah keluarga dekat yang menshalatkan jenazah almarhumah, petugas dari Babinsa dan Babinkamtibmas Koramil dan Polsek Juwana, serta beberapa orang lainnya. Untuk menghindari agar tidak memunculkan fitnah, bahwa untuk sementara penyebab meninggalnya almarhumah bukan disebabkan terpapar positif virus Corona, tapi karena riwayat penyakit lain yang dideritanya.

Selain almarhumah mengidap penyakit diabetes juga paru-paru, asam urat dan ginjal. Penegasan bahwa meninggalnya almarhumah bukan karena Covid-19 ditegaskan oleh seorang bidan di Puskesmas Pembantu Juwana, Suprihatiningsih. Lokasi puskesmas pembantu itu tepat di ujung jalan masuk Desa Genengmulyo yang juga tak jauh dari TPU Lastri, tempat dimakamkannya almarhumah.

”Almarhumah mennggal bukan karena terpapar virus Corona, tapi sakit biasa,”tandasnya.

Sementara itu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pati hingga saat ini mencatatkan sejumlah orang yang positif terpapar, di antaranya sudah menyebar ke wilayah perbatasan Kabupaten Pati dengan Kabupaten Jepara, yaitu di Desa Mojo, Kecamatan Cluwak. Selebihnya ada yang dari Dukuh Cepoko, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, dan ada pula yang dari Desa Tambaharjo, Kecamatan Kota Pati.

Khusus di wilayah kecamatan yang disebut terakhir, pasien positif terpapar Covid-19 tengah di dirawat di RS Fastabiq. Karena itu, jika masyarakat tidak disipilin mematuhi protokol kesehatan, meskipun saat ini merasa aman sebagai orang tanpa gelaja (OTG) tapi akibat transmisi lokal bisa saja memunculkan klaster baru korban Covid-19.