Pekan Kedua Bulan Ini, Satu Lagi Warga Wedarijaksa Positif Covid-19 Meninggal

0
6322
Suasana pemakaman jenazah yg positif terpapar Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Ngalaban Desa/Kecamatan Wedarijaksa Pati.(Foto:SN/dok-istimewa)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Setelah dua perempuan warga Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati beberapa waktu lalu meninggal karena positif terpapar virus Corona (Covid-19) dalam pekan kedua bulan ini atau tepatnya, Selasa (14/7) hari ini seorang warga Desa/Kecamatan Wedarijaksa juga mengalami hal sama. Meninggalnya lelaki, warga RT 07/RW 5 desa setempat itu setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan, sebelum dirawat di RSUD RAA Soewondo, Kamis (9/7) lalu pukul 15.30 almarhum sudah terlebih dahulu masuk ke RS Fastabiq karena mengalami diare sebanyak 15 kali. Tidak cukup hanya itu, karena almarhum juga mengalami demam selama 7 hari berturut-turut, dan sesak nafas.

Ternyata hasil swab yang dilakukan terhadap almarhum positif,  dan akhirnya hari ini pukul 09.30 meninggal sehingga untuk pemakamanan dilaksanakan dengan protokol Covid-19. ”Yakni, untuk pemulasaraan jenazah mulai dimandikannya sampai pemakaman, termasuk pengantar jenazah dilakukan dengan mobil ambulan RSUD setempat,”ujar Kepala Desa Wedarijaksa, Bambang Priyanto.

Hanya saja, lanjut dia, pihaknya belum mendapat penjelasan secara resmi dari jajaran  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dengan demikian, informasu tentang hasil swab almarhum benar positif justru dari pihak lain, dan bahkan untuk menanyakan hal tersebut ke pihak rumah sakit sudah dilakukan tapi petugas yang ditanya juga menyatakan tidak tahu.

Dengan berbekal dari informasi pihak lain itulah, maka dia akan menjawab apa adanya sehingga pemakaman jenazah harus dilakukan dengan protokol Covid-19. Sehingga janazah dari rumah sakit langsung diantar ke tempat pemakaman dengan ambulans, dan  tidak singgah dulu di rumah duka maka jam pemakaman yang diperkirakan berlangsung pukul 13,30 lebih cepat satu jam dari rencana.

Terlepas dari hal tersebut, maka pihak pemeruntahan desa tetap masih menunggu penjelasan resmi karena dengan meninggalnya almarhum yang positif terpapar Covid-19 maka tentu harus ada langkah kelanjutannya. ”Maksudnya, pelacakan siapa saja yang mempunyai kontak dekat dengan almarhum tentu harus dilakukan secepatnya oleh tim,”tambahnya.