Klaster Pagerharjo, Kamis Malam tadi Meninggal Dunia

0
1945
Pemakaman Warga Desa Pagerharjo Kecamatan Wedarijaksa dilakukan malam hari.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Berkait dengan pasien positif secara swab test yang merupakan warga Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa pada hari Rabu (1/7) meninggal dunia. Setelah dilakukan tracing atau pelacakan bagi yang pernah punya kontak dekat, juga ditemukan yang hasilnya serupa telah terpapar virus corona. Yakni pengasuh dari keponakan almarhumah.

Adapun selanjutnya, yang bersangkutan dirawat di RSUD RAA Soewondo. Dengan alasan tertentu, lalu dipindahkan ke rumah sakit Fastabiq untuk menjalani perawatan dari para tenaga medis. Hal ini diharapkan, bagi pasien tersebut agar mendapat perawatan yang maksimal untuk berjuang melawan virus Covid-19.

Keterangan yang dihimpun oleh awak media Saminnews, pasien yang dirawat di rumah sakit Fastabiq tersebut diswab test untuk mengetahui apakah pihaknya positif atau sebaliknya. Setelah diagnosa keluar dan telah diketahui secara swab test yang lebih akurat itu, penanganan bisa lebih ditingkatkan apakah harus perawatan lanjutan, atau barangkali sudah cukup dinyatakan sembuh.

“hari Selasa (7/7) tempo hari, hasil swab testnya dinyatakan positif Covid-19. Itu dari hasil kita tracing kontak dengan siapa saja yang pernah berinteraksi dengan klaster Pagerharjo. Serta yang bersangkutan merupakan pengasuh keponakannya,” kata Kades Pagerharjo saat dikonfirmasi.

Akan tetapi takdir berkata lain, bahwa pada hari Kamis (9/7) malam tadi, pasien rumah sakit Fastabiq tersebut telah menghembuskan nafas terakhir. Yang selanjutnya, pada saat itu juga dilakukan pemulasaraan jenazah Covid-19 dengan protap kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Harnoto ketika ditanya kondisi sang pasien oleh Saminnews, yang membenarkan perihal kabar meninggalnya warga setempat. “PDP yang dirawat di rumah sakit Fastabiq meninggal dunia, iya malam tadi. Pemakaman akan dilaksanakan malam ini juga mas,” terang Harnoto lebih lanjut.

Dengan demikian, klaster Pagerharjo semenjak awal bulan Juli hingga hari ini terdapat dua orang yang meninggal dunia. Yang artinya, dari tanggal 1 Juli hingga kini, sudah sepuluh hari warga setempat bergelut dan berjuang untuk memutus mata rantai persebaran covid-19. Namun, soal kesehatan hanya itu yang bisa dijaga.