30 Warga Pagerharjo Rapid Test Dinyatakan Nonreaktif

0
138
Kepala Desa Pagerharjo Iwan Harnoto.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa Iwan Harnoto menyebut dalam upaya memutus mata rantai persebaran covid-19 di lingkungannya bekerjasama dengan pihak Puskesmas II Wedarijaksa untuk melakukan rapid test bagi 30 warga yang sebelumnya ditracing pernah kontak dengan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Fastabiq.

“Kita berkoordinasi dan bekerjasama antara desa dengan Muspika, khususnya Puskesmas II untuk rapid test. Itu ditujukan kepada yang pernah kontak dengan PDP Rumah Sakit Fastabiq,” ucapnya saat dikonfirmasi Saminnews, Kamis (9/7 /2020).

Rapid test merupakan tahap awal untuk mengetahui bahwa seseorang yang dalam hal ini adalah yang pernah kontak dengan PDP bagaimana kondisi tubuhnya. Apakah muncul gejala reaktif atau sebaliknya. Yang jika ternyata ditemukan reaktif atas hasil Rapid, lalu diminta untuk karantina di Hotel Kencana yang telah disediakan oleh pemerintah Kabupaten Pati.

“Dan Alhamdulillah, sebanyak 30 orang yang ikut rapid test itu semuanya dinyatakan nonreaktif atas hasil rapid test di Puskesmas II,” kata Harnoto lebih lanjut.

Sebenarnya, ini sudah yang kedua kalinya. Untuk rapid test sebelumnya, merupakan langkah tindak lanjut dari PDP yang meninggal dunia di RSUD RAA Soewondo sebanyak 34 orang. Dari sejumlah itu, dari rapid tes ditemukan 5 orang yang reaktif. Hingga, sesuai kebijakan yang berlaku di daerah Pati. Akan dibawa ke Hotel Kencana sebagai tempat isolasi atau karantina yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten Pati.

Sedangkan, rapid test yang kedua merupakan rapid lanjutan dari tracing sebelumnya. Dan ditemukan 30 orang untuk diminta rapid test. “kita juga minta bagi yang bersangkutan itu, yang pernah kontak dengannya kami minta untuk karantina mandiri di rumahnya masing-masing, selama belum dinyatakan nonreaktif. Tujuannya, agar lingkungan sekitar, diharapkan tidak terpapar secara lebih luas lagi.

Hal tersebut, dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam rangka menelusuri peta persebaran covid-19, yang sebelumnya warga desa setempat meninggal dunia dikarenakan terjangkit virus corona. Dengan demikian, lingkungan sekitar juga harus diperhatikan dari resiko penyebaran Covid-19.