Rekanan Penyedia Jasa Diminta Meningkatkan Progres Pekerjaan Kolam Tambat Kapal

0
86
Tim Direksi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat meninjau lokasi pekerjaan kolam tambat kapal Sabtu, 27/6 hari ini.

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Kendati sampai Sabtu (27/6) hari ini progres pelaksanaan pekerjaan fisik  kolam tambat kapal sudah mencapai 52 persen, tapi pihak rekanan penyedia jasa pelaksanaan pekerjaan tersebut tetap diminta untuk meningkatkan progres pekerjaan itu. Hal tersebut dimaksudkan, agar hari kalender yang tersedia sesuai kontrak selama 180 hari itu benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan demikian, jika saat ini sudah memasuki akhir Juni maka hari kalender yang dimanfaatkan oleh rekanan penyedia jasa sudah selama 90 hari, sehingga waktu yang tersisa pun tinggal 90 hari. Sebab, September mendatang seluruh pekerjaan tersebut haris bisa dituntaskan maka dengan hari kalender yang masih tersedia ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal, agar pelaksanaan pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

Mengingat hal tersebut, maka Tim Direksi bersama pihakmnya, kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket proyek pembangunan kolam tambat kapl itu, H Darno secara rutin tiap bulan melakukan pemantauan ke lokasi. ”Utamanya hal itu adalah untuk mengetahui sejauh mana capaian progres fisiknya,”ujarnya.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Site Manajer rekanan pemenang tender KSO PT Aneka Tata Sarana Pati, Amin mengatakan, pihakya bisa menerima saran dari pihak tim  direksi maupun PPK sehingga upaya meningkatkan progres fisik selalu diapresiasi. Jika berapa waktu lalu terjadi pelaksanaan kurang maksimal, hal itu terjadi karena mendalam yang timbul di luar kondisi riil yang dihadapi di lapangan.

Hal itu terjadi, ketika pelaksanaan pekerjaan pembuangan tanah dalam bentruki endapan lumpur utamanya pada lokasi yang untuk membuat akses jalan bagi alat berat, sehingga membuang tanah lumpur dari tempat itu, termasuk yang untuk akses jalan memang membutuhkan waktu. Dengan demikian, konsentrasi maksimal ditujukan untuk mengganti endapan lumpur  dengan tanah normal.

Melalui upaya pengerahan alat berat ekskavator yang sampai empat unit, dua boldoser dan beberapa dupm truck akhirnya kendala dalam pelaksanaan pekra itu teratasi. ”Khusus yang untuk akses jalan dilingkungan kolam tambat kapal sudah kami sediakan pelapos geotekstil yang siap pasang dan tahap berikutnya baru diisi tanah uruk dengan kondisi tanah yang benar-benar normal,”tandasnya.