Bantu Penanganan Covid-19 RSA dr Lie Dharmawan Siap Merapat ke Jepara

0
51
Foto (Sebuah kapal motor (KM) yang difungsikan sebagai Rumah Sakit Apung (RSA) dr Lie Dharmawan Jakarta segera merapat ke Jepara).(Foto:SN/dok-kominfo-jep).

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Kian meningkatnya jumlah pasien yang terpapar virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Jepara, hal tesebut mendapat perhatian sejumlah pihak. Tak ketinggalan sebuah Rumah Sakit Apung (RSA) dengan kapal motor (KM) dr Lei Dharmawan, Juli mendatang juga berencana akan bersandar di dermaga Jepara.

Renacana singgahnya RSA itu disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19) Kabupaten Jepara, dr M Fakhruddin beberapa waktu lalu. Rencana tersebut tentu disambut positif, karena saat ini Kabupaten Jepara membutuhkan tambahan fasilitas untuk menguji swab dari masyarakat, dan RSA ini memiliki layanan test ”Polymerase Chain Reaction” (PCR) untuk uji swab dimaksud.

Saat ini pihaknya butuh pemeriksaan yang cepat untuk memastikan hasil tracing kontak erat pasien Covid-19. ”Sementara selama ini kita harus menuggu antrean di beberapa fasilitas yang ditunjuk,”ujarnya.

Sedangkan RSUD RA Kartini sendiri, lanjut dia, memang memliki alat uji swab dengan alat Test Molekuar (TCM). Akan tetapi kendalanya adalah ketersediaan katrid untuk membaca hasil test, dan saat ini rumah sakit menerima 120 katrid, hanya saja diperkirakan cukup untuk memenuhi TCM selama kurang dari satu minggu.

Hasil komunikasi sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara menyatakan siap. Namun demikian, tetao ada kajian-kajian lain terkait sandarnya KM, dan lainnya. ”Ini juga melibatkan perangkat daerah lainnya seperti Dinas Perhubungan (Dishub),”imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Deni Hendarko mengatakan, surat resmi dari RSA dr Lie Dharmawan sudah diterima. Tempat sandar kapal rumah sakit itu telah tersedia, yaitu ada dua pilihan, masing-masing di Dermaga Ujung baru dan Dermaga Pantai Kartini, tapi yang paling tepat adalah di Dermaga Kartini, karena tidak terlalu ombak.

”Jika benar hal itu nanti jadi, kami akan atur supaya keberadaan rumah sakit apung tidak mengganggu aktivitas kapal penyeberangan,”ungkap dia.