Demi Tekan Covid-19, Operasi Ketupat Candi Kali ini Sampai 37 Hari

0
13
Terlihat beberapa tugas yang sedang memberhentikan pengendara yang melintas.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Operasi Ketupat Candi Tahun 2020 ini dengan tahun sebelumnya berbeda arah tujuan. Yang sebelumnya tim keamanan jajaran kepolisian mengatur tentang lalu lintas dari pemudik agar lancar. Pun beda untuk tahun ini kebalikan dari hal itu lantaran sedang mengalami wabah pandemi corona virus di beberapa daerah di Indonesia sehingga lebih fokus pada penanganan pencegahan Covid-19.

“Beda tahun ini dengan sebelumnya, dulu untuk mengatur kelancaran lalu lintas dari pemudik. Tetapi, sekarang penanganan pencegahan penyebaran covid-19 yang akan mudik,” kata Kepala Satuan lalu lintas  (Kasatlantas) Polres Pati AKP Abdul Mufid, saat giat Check point, Jumat (1/5/2020) sore tadi.

Kegiatan ini sesuai dengan aturan, kata dia, yang diperintahkan untuk lebih memprioritaskan penanganan Covid-19. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan lebih awal daripada tahun lalu dan membutuhkan waktu lebih lama, yakni 37 hari untuk startnya. Lama hari tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 14 hari.

Meskipun begitu, dengan lamanya waktu itu, bisa saja nanti diperkirakan akan diperpanjang sesuai dengan kebutuhan. Dan sudah dimulai per tanggal 24 April yang lalu. Di samping itu, dalam mendata pemudik dari luar kota tujuan ke Pati telah disediakan juga di Terminal Sleko Pati. Di sana terdapat check point untuk pengecekan, upaya sterilisasi yang baru datang yang diisi oleh Dinas Kesehatan, Dishub, konfirmasinya.

Pihaknya menambahkan, telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam membantu menekan angka penyebaran kasus virus corona. “Kami koordinasi dengan seluruh Perseroan Operasi (PO) maupun Dishub yang berisi aturan jika membawa pemudik dari luar kota ke Pati harus melewati terminal untuk selanjutnya dilakukan pendataan.

Terlebih saat ini, sedang merebak penyebaran virus corona kita imbau dan diberi masker untuk dipakai sebagai upaya menekan penyebaran mata rantai Covid-19. Kendaraan roda 2 maupun yang lebih kita imbau semuanya tanpa terkecuali untuk keperluan itu (menekan penyebaran Covid-19). Kemudian, saat ini masuk bulan ramadhan kita juga bagikan sejumlah takjil untuk pengendara kendaraan umum, terangnya.

“Kita prioritaskan bagi mereka yang dari luar kota dan bagi yang tak menggunakan masker. Masih ada yang belum mengerti tentang pentingnya masker. Jadi, disini sebagai sosialisasi untuk memberikan edukasi dan efek jera bagi pengendara yang tak pakai masker,” pungkasnya.